SEMARANGUPDATE.COM – Dunia kerja yang terus berubah membuat ijazah perguruan tinggi saja tidak cukup menjadi bekal bagi generasi muda.
Kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, bekerja sama hingga menyelesaikan persoalan kini menjadi keterampilan yang semakin dibutuhkan oleh perusahaan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Kampus tersebut mendorong mahasiswa dan alumninya tidak hanya menguasai kemampuan teknis atau hard skill, tetapi juga memperkuat soft skill agar mampu menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.
Wakil Rektor I UPGRIS, Prof Nur Khoiri, mengatakan perkembangan teknologi dan dinamika industri membuat kebutuhan terhadap tenaga kerja terus berubah.
Menurut dia, keterampilan yang saat ini dianggap penting belum tentu masih dibutuhkan dalam beberapa tahun mendatang. Karena itu, lulusan perguruan tinggi harus memiliki kemampuan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri.
“Keterampilan yang dikuasai seseorang saat ini belum tentu tetap dibutuhkan beberapa tahun mendatang,” kata Khoiri seusai membuka pelatihan kesiapan kerja yang digelar Pusat Karir PPL dan Pemagangan Lembaga Pengembangan Profesi (LPP) UPGRIS di balairung kampus, baru-baru ini.
Soft Skill Jadi Bekal Menghadapi Perubahan
Khoiri menilai kemampuan adaptasi menjadi salah satu modal penting bagi generasi muda yang akan memasuki dunia profesional.
Perkembangan teknologi yang berlangsung cepat membuat dunia kerja tidak lagi berjalan dengan pola yang sama seperti sebelumnya. Lulusan dituntut mampu menghadapi perubahan sekaligus mempelajari keterampilan baru sesuai kebutuhan industri.
“Anak-anak sekarang yang kami kembangkan memang soft skill-nya. Mereka harus adaptif dan siap dengan berbagai perubahan,” ujarnya.
Menurut Khoiri, penguatan kemampuan nonteknis tersebut menjadi bagian dari upaya UPGRIS meningkatkan kesiapan mahasiswa dan alumninya menghadapi dunia kerja.
Pembekalan tidak berhenti pada proses perkuliahan. Meskipun mahasiswa telah memperoleh berbagai kompetensi melalui kurikulum akademik, pelatihan tambahan tetap diperlukan untuk memperkuat kesiapan mereka sebelum maupun setelah memasuki dunia profesional.
Kurikulum Disiapkan agar Lulusan Terserap Dunia Kerja
UPGRIS juga terus mengarahkan desain kurikulumnya agar relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Khoiri mengatakan kurikulum perguruan tinggi pada dasarnya telah diarahkan untuk meningkatkan peluang lulusan terserap di dunia profesional. Namun, perkembangan dunia kerja yang begitu dinamis membuat pembekalan tambahan tetap dibutuhkan.
“Desain kurikulum sebetulnya telah diarahkan untuk meningkatkan peluang lulusan terserap di dunia kerja,” ungkapnya.
Karena itu, pelatihan kesiapan kerja menjadi salah satu bagian dari strategi kampus untuk menjembatani kompetensi akademik dengan kebutuhan profesional.
Khoiri menegaskan, perhatian terhadap kesiapan kerja juga merupakan bentuk komitmen UPGRIS terhadap alumni.
“Acara ini salah satu bentuk komitmen kami. UPGRIS sangat peduli dengan para alumninya,” tambahnya.
Melalui penguatan hard skill dan soft skill secara berimbang, UPGRIS berharap para lulusan tidak hanya siap mendapatkan pekerjaan, tetapi juga mampu bertahan dan berkembang ketika menghadapi perubahan di dunia profesional.
Bagi generasi muda, kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi dinilai akan menjadi modal penting menghadapi masa depan dunia kerja yang semakin dinamis. (*)







