SEMARANGUPDATE.COM – Capaian Indeks Pemberdayaan Gender (IPG) Kota Semarang pada tahun 2025 menunjukkan hasil yang positif dengan angka 78,71.
Peningkatan ini mencerminkan semakin kuatnya keterlibatan perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan hal tersebut saat upacara peringatan Hari Kartini ke-147 yang digelar di Halaman Balai Kota Semarang, Selasa (21/4).
Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kontribusi nyata perempuan di berbagai bidang, seperti kesehatan, lingkungan, dan ekonomi berbasis masyarakat.
Salah satu contoh nyata adalah peran sekitar 16.000 kader posyandu yang secara sukarela membantu menjaga kesehatan masyarakat.
Upaya ini bahkan mendapat pengakuan dari California State University sebagai praktik baik dalam pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas.
Di sektor lingkungan, keterlibatan perempuan juga terlihat melalui program Semarang Wegah Nyampah yang dijalankan melalui bank sampah.
Dengan dukungan kader PKK dan komunitas, kegiatan ini turut menggerakkan ekonomi masyarakat hingga mencapai Rp2,2 miliar.
Selain itu, Pemerintah Kota Semarang juga telah membentuk 177 Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak yang tersebar di seluruh wilayah.
Kelurahan tersebut menjadi ujung tombak dalam memberikan perlindungan sekaligus ruang pengembangan bagi perempuan dan anak.
Capaian IPG ini menunjukkan bahwa perempuan di Kota Semarang tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, melainkan telah berperan sebagai aktor utama dalam mendorong perubahan.
Agustina menekankan bahwa pemberdayaan perempuan berdampak luas, mulai dari penguatan keluarga hingga ketahanan masyarakat, yang pada akhirnya berkontribusi pada kemajuan Kota Semarang.
Melalui momentum ini, pemerintah daerah terus mendorong perempuan untuk meningkatkan kapasitas diri, berani mengambil peran strategis, serta memperluas kontribusi di berbagai sektor guna mempertahankan tren positif pemberdayaan gender ke depan. (*)







