Trans Semarang Uji Coba Rute Baru ke Mal 23 dan POJ City, Permudah Mobilitas Pekerja dan Pengunjung

Trans Semarang Uji Coba Rute Baru ke Mal 23 dan POJ City, Permudah Mobilitas Pekerja dan Pengunjung
Trans Semarang Uji Coba Rute Baru ke Mal 23 dan POJ City, Permudah Mobilitas Pekerja dan Pengunjung

SEMARANGUPDATE.COM – Trans Semarang mulai mengoperasikan layanan BRT menuju kawasan Mal 23 Semarang Shopping Center dan Pearl of Java (POJ) City sebagai upaya mendukung kebutuhan transportasi masyarakat di kawasan Marina.

Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, mengatakan layanan tersebut saat ini masih dalam tahap uji coba yang telah dimulai sejak 21 Mei 2026.

Bacaan Lainnya

Untuk mendukung operasionalnya, Trans Semarang menyiapkan dua armada bus yang melayani perjalanan dari Halte PRPP menuju kawasan POJ City, termasuk Mal 23.

“Rute yang kami operasikan berangkat dari Halte PRPP menuju kawasan POJ City, kemudian keluar melalui Halte Cakrawala di Karangayu dan kembali lagi ke PRPP. Saat ini masih tahap uji coba untuk melihat potensi penumpangnya,” kata Haris.

Menurutnya, pembukaan layanan baru tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas masyarakat setelah beroperasinya Mal 23.

Selain menjadi pusat perbelanjaan baru, kawasan tersebut juga menjadi pusat aktivitas ekonomi yang melibatkan ribuan pekerja setiap hari.

“Dari pengelola Mal 23 kami mendapat informasi bahwa terdapat potensi penumpang yang cukup besar. Tidak hanya pengunjung, tetapi juga ribuan karyawan yang bekerja di kawasan tersebut. Karena itu kami mencoba menangkap kebutuhan transportasi tersebut melalui uji coba layanan ini,” ujarnya.

Dalam tahap uji coba ini, Trans Semarang menggunakan armada bus medium yang melayani lintasan sepanjang kurang lebih 15 kilometer.

Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk mengetahui tingkat keterisian penumpang dan efektivitas layanan yang diberikan.

Layanan BRT menuju Mal 23 dan POJ City beroperasi setiap hari mulai pukul 07.30 WIB hingga 22.30 WIB.

Jadwal perjalanan disusun menyesuaikan kebutuhan mobilitas pekerja maupun pengunjung yang beraktivitas di kawasan tersebut.

“Pada jam-jam sibuk seperti pagi, siang, dan sore hari, waktu tunggu bus rata-rata sekitar 10 menit. Sedangkan di luar jam padat, headway berkisar antara 20 hingga 30 menit,” jelas Haris.

Ia menambahkan, respons masyarakat terhadap layanan baru tersebut sejauh ini cukup baik.

Kehadiran rute baru ini diharapkan menjadi pilihan transportasi publik yang nyaman dan efisien bagi pekerja, pelajar, maupun masyarakat umum yang hendak menuju kawasan POJ City tanpa bergantung pada kendaraan pribadi.

Selain mengembangkan layanan ke kawasan Marina, Trans Semarang juga tengah menelaah usulan masyarakat terkait pengoperasian kembali rute menuju kawasan The Park Semarang.

“Kami menerima cukup banyak masukan melalui media sosial mengenai layanan ke The Park. Saat ini sedang kami kaji, termasuk menghitung kebutuhan armada, jarak tempuh, dan pola operasionalnya agar dapat terintegrasi dengan rute yang sudah ada,” ungkapnya.

Haris menjelaskan, layanan menuju The Park sebenarnya pernah tersedia, namun kemudian dialihkan untuk memenuhi kebutuhan transportasi di wilayah lain yang memiliki tingkat permintaan lebih tinggi, terutama kawasan pendidikan.

“Dulu rute itu pernah ada, tetapi kami alihkan karena melihat kebutuhan transportasi di kawasan Kokrosono cukup besar dengan banyaknya sekolah. Prioritas kami saat itu mendukung mobilitas pelajar,” katanya. (*)

Pos terkait