SEMARANGUPDATE.COM – Mahasiswa dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan berbagai program pemerintah. Selain menyampaikan kritik dan aspirasi, kalangan akademisi muda juga diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Semarang, Nunung Sriyanto, usai kegiatan Silaturahmi FPK Kota Semarang yang digelar di Aula Hotel Siliwangi, Jalan Mgr Sugiyopranoto, Semarang.
Menurut Nunung, aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa merupakan hak konstitusional yang dijamin oleh undang-undang.
Namun, penyampaian aspirasi akan lebih bernilai apabila disertai gagasan maupun langkah nyata untuk membantu menyelesaikan persoalan yang dikritisi.
Ia menilai mahasiswa tetap harus aktif menjalankan fungsi kontrol sosial. Bahkan, sikap apatis terhadap berbagai persoalan bangsa justru perlu menjadi perhatian.
Nunung menyebut Presiden Prabowo Subianto terbuka terhadap kritik dan masukan yang datang dari mahasiswa maupun masyarakat.
Salah satu contoh yang disoroti adalah evaluasi terhadap Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Tidak hanya mahasiswa, masukan dari masyarakat juga menjadi perhatian serius presiden, salah satu soal Badan Gizi Nasional atau BGN yang mengelola program nasional Menu Bergizi Gratis,” ujar Nunung Sriyanto.
Menurutnya, berbagai masukan tersebut telah ditindaklanjuti pemerintah melalui pembenahan di tubuh BGN, termasuk pergantian pimpinan lembaga.
Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG bagi para pelajar.
Lebih lanjut, Nunung mengajak mahasiswa untuk terlibat langsung dalam mengawal pelaksanaan program tersebut.
Salah satunya dengan membentuk kelompok relawan yang dapat melakukan pemantauan terhadap kualitas makanan yang disajikan kepada siswa di sekolah.
“Salahs atunya dengan membentuk relawan yang bisa turun ke sekolah-sekolah mengawasi menu MBG yang disajikan ke siswa, silahkan demo, tapi beri solusi, salah satunya dengan mengawasi menu MBG ini,” ujar Nunung Sriyanto.
Ia meyakini keterlibatan mahasiswa dalam pengawasan akan mendorong pengelola dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk lebih disiplin dalam menjaga kualitas, kebersihan, dan standar makanan yang diberikan kepada peserta didik.
Selain memantau distribusi makanan di sekolah, mahasiswa juga dinilai dapat berperan dalam mengawasi operasional dapur SPPG agar tetap sesuai dengan standar yang ditetapkan BGN.
“Mahasiswa memiliki potensi yang besar, memiliki peran penting dalam mensukseskan program pemerintah, salah satunya pengawasan ini,” ujarnya.
Nunung menambahkan, meskipun pengawasan program telah dilakukan oleh lembaga yang berwenang, kehadiran mahasiswa sebagai representasi masyarakat tetap dibutuhkan untuk memperkuat fungsi kontrol publik.
Sebagai agen perubahan dan kontrol sosial, mahasiswa diharapkan terus berkontribusi dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah, termasuk memperkuat semangat pembauran di tengah keberagaman masyarakat.
“Kota Semarang memiliki banyak kampus baik negeri maupun swasta, mahasiswanya dari berbagai daerah, dari seluruh Indonesia, saya mengajak semuanya agar bersama-sama membangun kota Semarang,” ujar Nunung Sriyanto. (*)






