Perbaikan Lintasan Atletik TLJ Jadi Sorotan, Distaru Semarang Beri Penjelasan

Perbaikan Lintasan Atletik TLJ Jadi Sorotan, Distaru Semarang Beri Penjelasan
Perbaikan Lintasan Atletik TLJ Jadi Sorotan, Distaru Semarang Beri Penjelasan

SEMARANGUPDATE.COM – Perbaikan lintasan atletik di GOR Tri Lomba Juang (TLJ) Kota Semarang menjadi sorotan setelah pengerjaannya dinilai tampak seperti tambalan. Kondisi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, terutama karena nilai anggaran yang dialokasikan untuk pembenahan fasilitas olahraga tersebut cukup besar.

Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Penataan Ruang (Distaru) memastikan pengerjaan lintasan telah menggunakan metode teknis yang disesuaikan dengan kondisi kerusakan serta anggaran yang tersedia.

Bacaan Lainnya

“Jadi Pemkot dengan anggaran Rp3,3 miliar itu melakukan perbaikan TLJ dengan metode patching untuk memperbaiki secara parsial, hanya pada lokasi lintasan yang rusak,” ujar Kepala Distaru Kota Semarang Ferry Kuntoaji, Rabu (12/8/2026).

Ferry menjelaskan, Distaru sebelumnya mengusulkan anggaran sebesar Rp21 miliar untuk memperbaiki seluruh fasilitas olahraga di kompleks TLJ.

Namun, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus memprioritaskan bagian yang dianggap paling membutuhkan penanganan.

“Waktu itu kita mengusulkan anggaran keseluruhan untuk perbaikan TLJ itu Rp21 miliar. Namun, karena keterbatasan, akhirnya cuma dilaksanakan Rp3,19 miliar sehingga kita harus mempertimbangkan efektivitas, fungsi, dan kebermanfaatannya,” paparnya.

Dari total anggaran sekitar Rp3,3 miliar pada tahun anggaran murni 2026, sekitar Rp1 miliar dialokasikan untuk perbaikan jogging track atau lintasan atletik dengan luas 527,1 meter persegi.

Sementara itu, Rp1,5 miliar digunakan untuk membenahi lapangan tenis seluas 4.059 meter persegi. Adapun anggaran lainnya digunakan untuk memperbaiki sarana prasarana dan ruko di kawasan TLJ.

“Kemudian sisanya sekitar Rp824 juta itu dilaksanakan perbaikan sarana prasarana dan ruko. Sehingga kalau ditotal itu sekitar Rp3,3 miliar di tahun anggaran murni 2026,” imbuhnya.

Ferry memastikan penggunaan metode patching pada jogging track tetap memenuhi standar fasilitas olahraga. Menurutnya, metode tersebut dipilih untuk mempertahankan fungsi lintasan sekaligus menyesuaikan kondisi kerusakan yang ada.

Saat ini, kompleks TLJ masih ditutup sejak Juli 2026 untuk mendukung proses perbaikan. Pengerjaan disebut telah mencapai sekitar 80 persen dan kawasan tersebut ditargetkan kembali dibuka pada 31 Agustus 2026.

“Untuk perbaikan yang lain akan menjadi bagian yang diusulkan untuk diperbaiki. “Jadi kami sebagai dinas teknis ini hanya melaksanakan apa yang menjadi plotting di dalam anggaran kami,” tutur Ferry.

Distaru menyatakan fasilitas lain di TLJ yang belum mendapatkan perbaikan akan kembali diajukan dalam penganggaran berikutnya.

Hal tersebut dilakukan karena setiap pembangunan pemerintah harus mengikuti mekanisme anggaran sekaligus mempertimbangkan skala prioritas. (*)

Pos terkait