Pemkot Semarang Luncurkan Pharma City, Akses Obat Kini Lebih Mudah dan Terintegrasi

Pemkot Semarang Luncurkan Pharma City, Akses Obat Kini Lebih Mudah dan Terintegrasi
Pemkot Semarang Luncurkan Pharma City, Akses Obat Kini Lebih Mudah dan Terintegrasi

SEMARANGUPDATE.COM – Upaya memenuhi kebutuhan masyarakat terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang melalui berbagai terobosan. Saat ini, pencarian obat tak lagi mengharuskan warga berkeliling dari satu apotek ke apotek lainnya.

Lewat kehadiran Pharma City (Pelayanan Farmasi Apotek Terintegrasi Kota Semarang), warga bisa memantau stok obat secara real time, menemukan lokasi apotek terdekat, dan bahkan berkonsultasi bersama apoteker dalam satu aplikasi digital.

Bacaan Lainnya

Platform ini diluncurkan secara resmi oleh Handi Priyanto selaku Sekretaris Daerah Kota Semarang pada acara Bimbingan Teknis Pelayanan Kefarmasian di Hotel MG Setos, Rabu (15/7).

Handi Priyanto menegaskan bahwa inovasi digital di sektor farmasi ini adalah wujud komitmen Pemkot Semarang dalam menciptakan layanan publik yang praktis, cepat, dan pro-rakyat.

“Pelayanan kesehatan harus semakin dekat dengan masyarakat. Melalui Pharma City, warga tidak lagi mengandalkan informasi dari mulut ke mulut atau harus mendatangi beberapa apotek untuk mencari obat. Informasi yang dibutuhkan kini dapat diakses lebih cepat sehingga masyarakat bisa memperoleh layanan kesehatan secara lebih efektif,” kata Handi.

Sebelumnya, pendataan farmasi belum terintegrasi dengan baik karena masih terpisah-pisah di berbagai layanan kesehatan. Hal ini tentu menghambat pengawasan sekaligus membatasi warga untuk mendapatkan info terkait stok obat maupun layanan apotek.

Kini, berkat Pharma City, sebanyak 445 apotek se-Kota Semarang telah tergabung dalam sebuah pusat data digital.

Sistem terpadu ini tidak hanya mempermudah warga mengakses informasi, tetapi juga membantu pemerintah mengawasi keamanan peredaran obat serta kualitas layanannya.

Inovasi ini pun turut mendongkrak kualitas tata kelola pemerintah. Seluruh prosedur mulai dari pendataan, pelaporan, sampai pengawasan kini bisa diproses secara akurat dan cepat, yang pada akhirnya mempermudah pengambilan kebijakan berbasis data terpadu. Tak hanya itu, Pharma City juga menjamin kepastian bagi para pemilik apotek dan mendorong transparansi terkait izin layanan.

Lebih jauh, Handi memaparkan bahwa peningkatan sarana fisik saja tidak cukup untuk mereformasi layanan kesehatan. Masyarakat juga harus dijamin kemudahannya dalam menjangkau informasi dan layanan yang prima.

Untuk itu, Pemkot Semarang senantiasa menjalin kerja sama strategis dengan Kemenkes, Dinkes Jateng, BBPOM Semarang, organisasi profesi, hingga pelaku usaha apotek demi meningkatkan kualitas tenaga kefarmasian.

“Transformasi digital bukan tujuan akhir, tetapi sarana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ketika warga lebih mudah mendapatkan informasi obat, memperoleh pelayanan yang aman, dan dilayani secara cepat, maka di situlah manfaat pembangunan benar-benar dirasakan,” tegasnya.

Sebagai proyeksi masa depan, Pharma City akan terus dikembangkan oleh Pemkot Semarang agar dapat terhubung dengan ekosistem kesehatan digital tingkat nasional, termasuk platform SatuSehat.

Tujuannya adalah menciptakan sistem pelayanan farmasi yang tanggap, terbuka, dan modern, demi memastikan seluruh masyarakat Kota Semarang mendapatkan akses layanan kesehatan yang terbaik dan mudah dijangkau. (*)

Pos terkait