Kota Semarang Rajai Akuatik Porprov Jateng 2026, Febriana Sumbang Tiga Medali Emas

Kota Semarang menjadi juara umum akuatik Porprov Jateng 2026 setelah memborong 24 emas, 6 perak, dan 2 perunggu. Febriana Wahyu Wijayanti menyumbang tiga emas. (Dok)

SEMARANGUPDATE.COM – Kontingen Kota Semarang tampil dominan di cabang olahraga (cabor) akuatik Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026.

Tuan rumah sukses memborong 24 medali emas dan memastikan diri menjadi juara umum setelah menuntaskan seluruh pertandingan pada Jumat (30/10/2026).

Bacaan Lainnya

Pada hari terakhir pertandingan, atlet-atlet akuatik Kota Semarang menambah lima medali emas. Tambahan tersebut membuat total koleksi medali tuan rumah mencapai 32 medali, terdiri dari 24 emas, enam perak, dan dua perunggu.

Raihan itu mengantarkan Kota Semarang kokoh di puncak klasemen akhir perolehan medali cabor akuatik Porprov Jateng 2026.

Kabupaten Banyumas menempati posisi kedua dengan total 12 medali, yakni tiga emas, enam perak, dan tiga perunggu. Sementara Kabupaten Pati berada di peringkat ketiga dengan raihan tiga medali emas.

Pelatih Akuatik Kota Semarang, Adeta Bagus Sihandaru, mengaku bersyukur dengan hasil yang diraih para atlet. Menurutnya, perolehan 24 medali emas tersebut bahkan melampaui ekspektasi awal tim pelatih.

Persaingan yang berlangsung ketat tidak menghalangi para perenang Kota Semarang untuk tampil maksimal dan menghasilkan prestasi di atas target yang telah ditetapkan.

“Di luar ekspektasi kita karena ada beberapa atlet dari Magelang yang cedera dan sakit sehingga kita bisa melonjak naik. Walaupun catatan waktunya masih sama, alhamdulillah anak-anak bisa mendapatkan (emas) lebih dari target yang ditetapkan,” ucap Adeta saat ditemui, Jumat petang.

Adeta mengungkapkan, salah satu strategi yang diterapkan tim pelatih adalah mengurangi tekanan kepada atlet terkait target medali.

Menjelang pertandingan, para atlet justru diminta menikmati kompetisi dan mengerahkan kemampuan terbaik tanpa terbebani keharusan meraih emas.

“Kurang dari seminggu terakhir kami sudah bicara dengan anak-anak. Kita bilang, lepas saja dari target yang sudah ditentukan. Lakukan, kita enjoy, apa pun hasilnya kita lakukan semaksimal mungkin. Kita berikan yang terbaik untuk semuanya,” paparnya.

Dominasi Kota Semarang di cabor akuatik Porprov Jateng 2026 merupakan hasil kerja keras atlet dan proses pembinaan yang berlangsung secara berkelanjutan.

Meski demikian, tim pelatih kini mulai memikirkan regenerasi. Sebab, sejumlah atlet senior yang selama ini menjadi tulang punggung perolehan medali diperkirakan segera mengakhiri kariernya dan tidak lagi tampil pada Porprov edisi berikutnya.

“Ada beberapa atlet yang sudah hampir selesai (pensiun). Semoga generasi-generasi yang utamanya belum masuk skuad Kota Semarang bisa menggantikan mereka dan kami bisa mendapatkan yang terbaik,” kata Adeta.

Salah satu atlet senior yang turut berkontribusi besar dalam keberhasilan Kota Semarang adalah Febriana Wahyu Wijayanti.

Perenang berusia 22 tahun itu sukses menyumbangkan tiga medali emas dari nomor 200 meter gaya punggung, 100 meter gaya punggung, dan 50 meter gaya punggung.

Febriana mengaku tidak menyangka bisa meraih tiga medali emas. Hasil tersebut bahkan melampaui target pribadinya, terlebih ia melihat persaingan semakin ketat dengan munculnya sejumlah perenang junior yang menunjukkan perkembangan pesat.

“Ini (tiga emas) melebihi target. Dari awal pertandingan Porprov ini saya melihat banyak sekali lawan junior yang perkembangannya cukup cepat. Jadi, bisa mendapatkan medali emas di tiga nomor itu sudah melebihi batas target saya,” ungkap Febriana.

Porprov Jateng 2026 menjadi keikutsertaan ketiga Febriana dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Sebelumnya, ia telah tampil pada Porprov di Surakarta 2018 dan Porprov 2023.

Menariknya, perjalanan Febriana menjadi atlet renang justru berawal dari keinginan sederhana orang tuanya. Ia mulai menekuni olahraga renang sejak kelas II sekolah dasar (SD), bukan karena sejak awal bercita-cita menjadi atlet.

Orang tuanya memasukkan Febriana ke klub renang agar memiliki kemampuan dasar berenang dan bisa menyelamatkan diri ketika berada di air.

“Orang tua saya itu ingin anaknya bisa berenang, karena mereka tidak punya dasar untuk mengajari, akhirnya saya dimasukkan ke klub. Sebenarnya alasannya itu supaya kalau ada apa-apa di air bisa berenang dan tidak tenggelam,” tandasnya. (*)

Pos terkait