Juli Trian Marini Sumbang Emas, Gulat Semarang Tutup Porprov Jateng 2026 dengan 9 Medali

Tim gulat Kota Semarang meraih total 3 emas, 3 perak, dan 3 perunggu di Porprov Jateng 2026. Hasil tersebut mengantarkan Semarang menjadi juara II cabang olahraga gulat. (Dok)

SEMARANGUPDATE.COM, DEMAK – Tim gulat Kota Semarang menutup perjuangannya di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 dengan tambahan tiga medali dari kategori gaya bebas (freestyle) putri.

Tambahan satu emas dan dua perunggu tersebut membuat kontingen Kota Semarang mengoleksi total sembilan medali.

Bacaan Lainnya

Pertandingan gulat Porprov Jateng 2026 berlangsung di Wisma Halim, Kabupaten Demak, Jumat (30/10/2026). Satu medali emas tambahan bagi Kota Semarang dipersembahkan Juli Trian Marini (25), yang tampil di kelas 57 kilogram.

Juli sukses mengalahkan pegulat Kabupaten Grobogan, Firda Angelina Alfionita, pada partai final. Kemenangan tersebut sekaligus memastikan Juli naik ke podium tertinggi dan menambah koleksi emas Kota Semarang.

Sementara itu, dua medali perunggu diraih Siti Maryam di kelas 62 kilogram dan Ria Widya Ayuningsih di kelas 68 kilogram.

Siti meraih perunggu setelah mengalahkan Fitri Lailatunnida dari Kabupaten Karanganyar. Adapun Ria mengamankan perunggu usai menaklukkan pegulat asal Kabupaten Kendal, Tri Utami Nugraheni.

Dengan tambahan tiga medali tersebut, tim gulat Kota Semarang mengakhiri kompetisi dengan raihan 3 medali emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Hasil itu menempatkan Kota Semarang di posisi juara II klasemen akhir cabang olahraga gulat.

Adapun gelar juara umum diraih tuan rumah Kabupaten Demak dengan koleksi enam medali emas.

Pelatih gulat Kota Semarang, Sugiharto, mengaku cukup puas dengan hasil yang diraih anak asuhnya. Meski belum memenuhi target lima medali emas, ia menilai para atlet telah berjuang maksimal sepanjang pertandingan.

“Kami cukup puas dengan hasil 3 emas ini, meskipun tidak sesuai target. Para atlet sudah berjuang sekuat tenaga dan ini sudah hasil maksimal,” katanya.

Sugiharto mengakui, sejumlah atlet yang sebelumnya diprediksi mampu menyumbangkan medali emas maupun perak justru harus tersingkir pada babak awal. Beberapa di antaranya turun di kategori Greco-Roman pada hari pertama pertandingan.

Menurut dia, hasil tersebut tidak lepas dari tantangan menghadapi lawan-lawan tangguh sejak babak awal.

“Memang beberapa ada yang meleset. Karena kami lihat, mereka sejak awal pertandingan langsung bertemu dengan lawan yang cukup berat,” ujarnya.

Hasil Porprov Jateng 2026 tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk memperbaiki prestasi gulat Kota Semarang ke depan.

Sugiharto menyebut, evaluasi juga akan diarahkan pada perumusan sistem pembinaan atlet agar mampu melahirkan pegulat yang lebih kompetitif.

“Apa yang menjadi catatan dari Porprov Jateng 2026 ini, tentu menjadi bahan evaluasi kami untuk ke depannya,” pungkasnya. (*)

Pos terkait