SEMARANGUPDATE.COM – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM), Ivan Adicahyono, kembali mengharumkan nama kampus di tingkat internasional setelah meraih Juara 2 Beregu Campuran pada ajang Yu You Together Huanghua Open China 2026.
Dalam turnamen tersebut, Ivan berpasangan dengan Rizky Wahyu Bagus Setiawan. Keduanya harus puas finis sebagai runner-up setelah kalah dari wakil tuan rumah dengan skor 1-3 pada partai final. Meski tampil di nomor beregu campuran, Ivan mengaku fokus utamanya tetap berada di sektor ganda putra.
Ivan mengatakan, turnamen di Huanghua menghadirkan tantangan berbeda dibandingkan kompetisi yang pernah diikutinya. Seluruh pertandingan digelar dalam satu hari, mulai pagi hingga malam, sehingga menuntut kesiapan fisik dan mental yang maksimal.
“Ini bukan pertandingan pertama saya di China. Yang menarik, pertandingan ini hanya dilaksanakan satu hari dari pagi sampai malam. Peraturan skor yang digunakan juga bukan 21 poin, melainkan 15 poin,” ujarnya.
Menurut Ivan, penggunaan sistem skor 15 poin bukan menjadi kendala karena sudah terbiasa menerapkannya saat latihan. Ia menilai pengalaman tersebut menjadi bekal penting menjelang penerapan sistem skor 15 poin oleh Badminton World Federation (BWF) yang direncanakan mulai berlaku pada 4 Januari 2027.
“Peraturan skor ini tidak menjadi kendala bagi saya karena saat latihan sudah sering bermain dengan sistem 15 poin. Dengan pertandingan yang berlangsung satu hari penuh, saya harus lebih mampu mengelola pikiran serta mengatur pola makan karena hal tersebut sangat memengaruhi stamina selama bertanding,” jelasnya.
Capaian sebagai runner-up di ajang internasional tersebut menjadi penyemangat bagi Ivan untuk terus meningkatkan kemampuan dan memperluas pengalaman bertanding di level yang lebih tinggi.
“Harapan saya ke depannya, saya bisa terus melanjutkan karier di bidang ini dan mengikuti lebih banyak pertandingan, terutama turnamen dengan level yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Prestasi Ivan menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Semarang mampu berprestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga mengharumkan nama almamater melalui kompetisi olahraga di tingkat internasional. (*)







