Hampir Putus Asa karena Cedera, Juli Trian Marini Bangkit dan Persembahkan Emas untuk Kota Semarang di Porprov Jateng

Pegulat putri Kota Semarang Juli Trian Marini meraih emas Porprov Jateng 2026 meski masih mengalami cedera dislokasi siku. Simak perjuangan inspiratifnya. (Dok)

SEMARANGUPDATE.COM, DEMAK – Perjuangan luar biasa ditunjukkan pegulat putri Kota Semarang, Juli Trian Marini, dalam pertandingan cabang olahraga (cabor) gulat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026.

Meski masih mengalami cedera dislokasi siku, atlet berusia 25 tahun itu berhasil mempersembahkan medali emas bagi Kota Semarang.

Bacaan Lainnya

Juli tampil gemilang di kelas 57 kilogram kategori gaya bebas (freestyle) putri. Ia berhasil melewati seluruh lawannya hingga melaju ke partai final.

Pada pertandingan penentuan, Juli sukses mengalahkan pegulat asal Kabupaten Grobogan, Firda Angelina Alfionita, sekaligus memastikan diri meraih medali emas.

Namun, keberhasilan Juli naik ke podium tertinggi ternyata menyimpan cerita perjuangan yang tidak mudah. Ia harus bertanding dalam kondisi siku lengan yang belum sepenuhnya pulih akibat cedera dislokasi.

Cedera tersebut dialami Juli saat menjalani latihan pada September 2026, sekitar satu bulan sebelum Porprov Jateng digelar.

Kondisi itu sempat membuatnya hampir kehilangan harapan untuk bisa tampil dalam ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

“Cedera dislokasi siku ini terjadi waktu latihan, itu September lalu. Hampir putus asa karena takut tidak bisa ikut bertanding di Porprov. Tapi semua memberi motivasi dan semangat,” kata Juli seusai upacara penghormatan pemenang (UPP), Jumat (30/10/2026) sore.

Dukungan keluarga dan rekan-rekannya menjadi penyemangat bagi Juli untuk menjalani pemulihan. Proses penyembuhan cederanya terbilang cukup cepat, yakni sekitar dua minggu.

Meski demikian, rasa nyeri masih sesekali dirasakan ketika siku digerakkan.

Untuk mengantisipasi cedera saat bertanding, Juli menggunakan taping pada bagian sikunya. Dengan kondisi yang belum sepenuhnya pulih, ia tetap memberanikan diri turun ke matras dan berjuang hingga pertandingan berakhir.

“Sebenarnya masih agak nyeri di siku saya karena cedera itu. Makanya ini ditaping agar bisa bertanding,” tutur mahasiswi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas PGRI Adi Buana Surabaya tersebut.

Juli mengaku tidak ingin persiapan selama tiga bulan untuk menghadapi Porprov Jateng 2026 berakhir sia-sia. Ia pun menanamkan tekad kuat untuk tampil maksimal dan membawa pulang medali emas ke Kota Semarang.

“Medali emas itu target saya sendiri. Saya sudah berjuang sampai titik ini, makanya saya harus dapat emas. Dan Alhamdulillah hari ini terwujud,” ucapnya.

Medali emas tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Juli. Selain berhasil mencapai target pribadinya, ia merasa bangga karena dapat membahagiakan orang tua melalui prestasi di ajang Porprov Jateng 2026.

Pegulat yang mulai menyukai olahraga gulat sejak duduk di kelas 1 SMP itu juga membagikan pesan kepada atlet lainnya agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi cedera maupun tantangan selama persiapan pertandingan.

Menurut Juli, kesabaran dan kemampuan membaca permainan lawan menjadi hal penting dalam olahraga gulat. Atlet juga harus tetap waspada dan tidak meremehkan siapa pun yang dihadapi.

“Saat bertanding, kita harus sabar gak boleh grusa grusu (terburu-buru). Kuncinya adalah jangan menyepelekan lawan,” pesannya. (*)

Pos terkait