Festival Rebana Nasional Tutup MTQ XXXI, Agustina Ajak Rawat Harmoni Seni Budaya

Festival Rebana Nasional Tutup MTQ XXXI, Agustina Ajak Rawat Harmoni Seni Budaya
Festival Rebana Nasional Tutup MTQ XXXI, Agustina Ajak Rawat Harmoni Seni Budaya

SEMARANGUPDATE.COM – Festival Rebana Nasional yang menjadi salah satu rangkaian pendukung MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 resmi berakhir. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menutup kegiatan tersebut di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Jumat (18/9/2026).

Festival yang berlangsung selama enam hari, mulai 13 hingga 18 September 2026, menghadirkan 40 grup rebana terpilih dari sejumlah daerah di Indonesia. Mengusung tema “Harmoni Sholawat Dari Semarang Untuk Indonesia”, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk menampilkan kemampuan sekaligus mempererat hubungan antardaerah.

Bacaan Lainnya

Agustina mengatakan kehadiran kelompok rebana dari berbagai wilayah menjadi kesempatan untuk memberikan ruang bagi perkembangan seni dan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Selain menjadi ajang kompetisi, festival tersebut juga menjadi sarana untuk menjalin silaturahmi.

“Semuanya itu diniatkan untuk memberi ruang kepada budaya Kota Semarang yang mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Menurut Agustina, pertemuan antarkelompok rebana juga dapat memperkenalkan keragaman seni yang berkembang di berbagai wilayah Indonesia. Ia berharap kesenian rebana dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kekayaan seni masyarakat.

“Panggung rebana menjadi tempat berkompetisi sekaligus ruang bersilaturahmi dan memperkenalkan kekayaan seni yang tumbuh di berbagai wilayah Indonesia. Semoga rebana semakin berkembang dan memberi warna bagi keberagaman seni di Indonesia, Jawa Tengah, dan Kota Semarang,” katanya.

Festival Rebana Nasional 2026 merupakan salah satu side event dalam pelaksanaan MTQ Nasional XXXI. Kegiatan tersebut mengangkat kesenian rebana dan selawat sebagai bagian dari budaya Islam Nusantara, sekaligus menjadi wadah pertemuan kelompok seni dari berbagai daerah selama penyelenggaraan MTQ di Kota Semarang.

Kegiatan ini turut melengkapi berbagai agenda pendukung MTQ Nasional yang tersebar di sejumlah kawasan Kota Semarang. Selain pertunjukan seni, rangkaian acara juga mencakup kegiatan ekonomi kreatif, kuliner UMKM serta pengenalan berbagai destinasi kepada para tamu dan kafilah.

Pada malam penutupan, Agustina menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Festival Rebana Nasional 2026. DM Group dari Kediri menjadi juara pertama dengan perolehan nilai 97,7. Posisi kedua ditempati Al-Busyro asal Malang dengan nilai 97,0, sedangkan El-Syifa dari Trenggalek berada di posisi ketiga dengan nilai 96,5.

Agustina turut memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dewan juri, komunitas dan pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan festival. Ia berharap pertemuan melalui seni dan budaya dapat memperkuat hubungan antardaerah sekaligus menjaga kesenian rebana agar terus hidup dan berkembang.

“Kita terus rawat harmoni ini dari panggung rebana, dari rangkaian MTQ dan dari Kota Semarang. Semoga persahabatan dan kebudayaan terus menemukan ruang untuk saling memajukan,” pungkasnya. (*)

Pos terkait