Agustina Wilujeng: Toleransi di Kota Semarang Kini Jadi Lifestyle dan Budaya Keseharian

Wali Kota Semarang, Agustina WIlujeng saat menghadiri Pelantikan dan Peningkatan Kapasitas Pengurus Pimpinan Cabang (PC) LDII se-Kota Semarang Periode 2026–2031 di Balai Kota Semarang. Agustina Wilujeng menyebut toleransi dan inklusivitas telah menjadi gaya hidup dan budaya keseharian masyarakat Kota Semarang. (Dok Humas Pemkot Semarang)

SEMARANGUPDATE.COM – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyebut toleransi dan inklusivitas di Kota Semarang kini tidak lagi sebatas slogan, tetapi telah berkembang menjadi lifestyle atau gaya hidup yang melekat dalam keseharian masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Agustina saat menghadiri Pelantikan dan Peningkatan Kapasitas Pengurus Pimpinan Cabang (PC) LDII se-Kota Semarang periode 2026–2031 di Balai Kota Semarang, beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Menurut Agustina, keberagaman masyarakat Kota Semarang menjadi kekuatan yang perlu terus dirawat melalui ruang-ruang perjumpaan antarkelompok.

“Bagi Kota Semarang, toleransi bukan sekadar urusan berbeda dan saling menghormati, tapi sudah menjadi lifestyle dan budaya yang terus kita pupuk,” ujar Agustina, dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Membumikan Toleransi Menuju Kota Semarang yang Semakin Inklusif” tersebut turut dihadiri unsur Pemerintah Kota Semarang, para camat, serta tokoh organisasi lintas agama, di antaranya Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Forum Kerukunan Umat Beragama.

Toleransi Jadi Bagian dari Pembangunan Kota Semarang

Agustina mengatakan, semangat kebersamaan dan keberagaman menjadi bagian penting dalam arah pembangunan Kota Semarang.

Lima pilar pembangunan Kota Semarang, yakni Bersih, Sehat, Cerdas, Makmur, dan Tangguh, menurutnya diarahkan untuk menciptakan kota yang inklusif dan memberikan manfaat bagi seluruh warga.

Ia menekankan, inklusivitas tidak cukup hanya dibicarakan dalam forum tertentu. Nilai tersebut harus hadir dalam kehidupan masyarakat hingga tingkat kecamatan.

Salah satunya melalui pembukaan akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas. Selain itu, masyarakat juga didorong untuk terlibat dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mengembangkan potensi lokal.

“Prinsip kepemimpinan kami adalah melanjutkan yang sudah baik, memperbaiki yang kurang, dan menyesuaikan dengan kebutuhan zaman,” tegasnya.

Apresiasi LDII Kembangkan Sorgum untuk Diversifikasi Pangan

Dalam kesempatan tersebut, Agustina juga menyoroti kegiatan LDII dalam mengembangkan tanaman sorgum hingga mengolahnya menjadi tepung.

Menurutnya, pengembangan sorgum dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi organisasi kemasyarakatan dalam mendukung diversifikasi pangan dan kebutuhan masyarakat.

Agustina menilai peran organisasi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kehidupan sosial dan keagamaan, tetapi juga dapat diperluas pada sektor lingkungan, ketahanan pangan, ekonomi, serta pemberdayaan masyarakat.

Ia juga mengapresiasi gotong royong berbagai organisasi dan komunitas ketika Kota Semarang menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI.

Menurut Agustina, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi lintas kelompok dapat menciptakan suasana kota yang nyaman, baik bagi masyarakat maupun para tamu yang datang ke Semarang.

LDII Siap Bersinergi di 16 Kecamatan

Sementara itu, Ketua PC LDII Kota Semarang periode 2026–2031, Sunarto, menegaskan kesiapan organisasinya untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Semarang.

Sinergi tersebut akan dilakukan di 16 kecamatan dengan berbagai kegiatan, mulai dari penguatan karakter generasi muda hingga program di bidang lingkungan dan ekonomi masyarakat.

“Pelantikan hari ini adalah peneguhan komitmen kami untuk semakin hadir dan nyata berkontribusi bagi Kota Semarang. LDII tidak ingin hanya menjadi bagian dari masyarakat, tetapi siap menjadi bagian dari solusi dan bersinergi dengan Pemerintah Kota Semarang di berbagai bidang,” tegas Sunarto.

Agustina berharap jajaran pengurus LDII dapat mengambil peran sebagai perajut silaturahmi di tengah keberagaman masyarakat Kota Semarang.

Ia meminta semangat kebersamaan tersebut terus dikembangkan dengan mengedepankan sikap santun dan moderat.

“Mari kita jaga Kota Semarang sebagai rumah besar yang bersih, sehat, cerdas, makmur, tangguh, dan inklusif bagi semua,” pungkas Agustina. (*)

Pos terkait