Usai Penutupan MTQ Nasional XXXI, DLH Kota Semarang Langsung Bersihkan Simpang Lima

DLH Kota Semarang mengerahkan 125 personel untuk membersihkan 12 lokasi selama MTQ Nasional XXXI 2026. Usai penutupan di Simpang Lima, petugas langsung menyisir dan mengangkut sampah. (Dok)

SEMARANGUPDATE.COM – Rangkaian penutupan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, berakhir pada Sabtu (19/9/2026) malam.

Tak lama setelah acara selesai, petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang langsung bergerak membersihkan kawasan dari sampah.

Bacaan Lainnya

Petugas menyisir area Simpang Lima untuk melakukan penyapuan, mengumpulkan, hingga mengangkut sampah yang tersisa setelah kegiatan.

Pembersihan ini merupakan bagian dari penanganan kebersihan yang dilakukan DLH selama rangkaian MTQ Nasional XXXI yang berlangsung pada 11–19 September 2026.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, kebersihan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan berskala nasional yang memanfaatkan ruang publik.

Menurutnya, setelah kegiatan berakhir, ruang publik yang digunakan harus segera ditangani agar kembali bersih dan nyaman bagi masyarakat.

“Ketika sebuah kegiatan selesai, pekerjaan kita belum selesai. Ruang publik yang digunakan harus segera kembali bersih dan nyaman untuk masyarakat. Terima kasih kepada seluruh petugas yang sudah bekerja menjaga kebersihan selama rangkaian MTQ berlangsung,” ujar Agustina, dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).

125 Personel Dikerahkan di 12 Lokasi MTQ Nasional

Penanganan kebersihan dilakukan sejak sebelum kegiatan MTQ Nasional XXXI dimulai. Petugas kemudian terus bekerja selama rangkaian kegiatan hingga kembali melakukan pembersihan setelah acara selesai.

Sebanyak 125 personel DLH Kota Semarang dikerahkan untuk menangani kebersihan di 12 titik lokasi kegiatan. Para petugas dibagi dalam tiga sif sehingga penanganan sampah dapat menyesuaikan dengan rangkaian kegiatan MTQ yang berlangsung hingga malam hari.

Khusus di kawasan Simpang Lima Semarang, DLH menempatkan 18 personel karena kawasan tersebut menjadi salah satu pusat kegiatan MTQ Nasional XXXI.

Selain personel kebersihan, DLH juga menyiapkan dua dump truck yang didukung 10 petugas untuk mengambil dan mengangkut sampah dari berbagai lokasi kegiatan.

Petugas Langsung Bergerak Setelah Acara Penutupan

Pola penanganan serupa diterapkan setelah acara penutupan MTQ Nasional XXXI pada Sabtu malam. Begitu aktivitas di Simpang Lima berakhir, petugas langsung menyisir kawasan.

Proses pembersihan dilakukan secara bertahap, mulai dari penyapuan area, pengumpulan sampah, hingga pengangkutan menggunakan armada yang telah disiapkan.

Langkah tersebut juga dilakukan setelah acara pembukaan MTQ Nasional XXXI. Meskipun kegiatan berlangsung hingga malam, petugas tetap langsung melakukan pembersihan setelah acara berakhir.

Upaya tersebut dilakukan agar kawasan Simpang Lima dapat kembali digunakan masyarakat dalam kondisi bersih dan nyaman.

Wali Kota Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Ruang Publik

Agustina juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan ruang publik Kota Semarang. Menurutnya, kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi perlu menjadi kebiasaan bersama dalam aktivitas sehari-hari.

“Selama MTQ berlangsung, banyak ruang publik yang kita gunakan bersama. Saya mengajak masyarakat untuk ikut menjaganya dengan membuang sampah pada tempatnya. Kebersihan akan lebih mudah dijaga kalau menjadi kebiasaan kita sehari-hari,” tuturnya.

Penanganan kebersihan selama MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 dilakukan secara menyeluruh, mulai dari persiapan sebelum acara, selama rangkaian kegiatan berlangsung, hingga setelah penutupan.

Dengan pola penanganan tersebut, ruang publik yang digunakan untuk kegiatan nasional di Kota Semarang dapat kembali dimanfaatkan masyarakat dalam kondisi bersih dan nyaman. (*)

Pos terkait