SEMARANGUPDATE.COM — Pemerintah Kota Semarang menerima sejumlah artefak dan arsip peradaban maritim koleksi Dr. Jimmy Lassang Manahara Siahaan untuk memperkuat dokumentasi sejarah kota. Koleksi tersebut akan diakuisisi dan dikonservasi oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang.
Penyerahan artefak berlangsung di Rumah Budaya Tangga, Medan, Rabu (1/7), sebagai bagian dari rangkaian Seminar Nasional “Menyelamatkan Heritage Kota Maritim: Sejarah dan Pengembangannya” yang digelar bertepatan dengan Rakernas XVIII APEKSI 2026.
Sebanyak lima jenis artefak dari periode 1892 hingga 1955 diserahkan kepada Pemerintah Kota Semarang. Koleksi itu terdiri atas lampu kuno, sepuluh lembar saham Hotel Du Pavillon Semarang tahun 1892, saham Semarangsche Administratie Maatschappij tahun 1908, Bewijs van Aandeel Meubelindustrie Andriesse tahun 1909, serta Surat Sero (saham) N.V. Seng Tek Tjian tahun 1955.
Seluruh koleksi akan menjadi bagian dari penguatan arsip sejarah Kota Semarang. Dokumen-dokumen tersebut dinilai memiliki nilai historis karena merekam perkembangan perdagangan, industri, investasi, dan aktivitas ekonomi Semarang sebagai salah satu kota maritim di Nusantara.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan artefak yang diterima memiliki nilai penting untuk memperkaya pemahaman masyarakat terhadap sejarah kota.
“Kami memastikan bahwa warisan ini akan dikonservasi dengan benar agar nilainya tetap abadi dan tidak rusak oleh waktu,” ungkap Agustina.
Menurutnya, keberadaan artefak tersebut akan melengkapi berbagai dokumen sejarah yang selama ini tersebar di sejumlah daerah maupun koleksi pribadi.
Pemerintah Kota Semarang juga berkomitmen mengumpulkan kembali berbagai peninggalan sejarah sebagai bagian dari penguatan memori kolektif kota.
Selain menjadi arsip, koleksi tersebut akan dimanfaatkan sebagai bahan edukasi, penelitian, dan pengembangan wisata sejarah.
“Kehadiran dokumen yang Bapak-bapak sampaikan ini tentu akan memperkaya cerita yang bisa dinikmati oleh mereka yang berkunjung ke Kota Semarang,” ujar Agustina.
Dalam kesempatan tersebut, Agustina juga menyampaikan harapan agar Kota Semarang memiliki Museum Bahari yang dapat menampilkan sejarah kemaritiman secara lebih lengkap.
“Mudah-mudahan tahun depan, tahun 2027, kita punya cukup energi untuk membangun Museum Maritim. Karena Kota Semarang ini menjadi kota yang disebut terus-menerus di dalam sejarah kemaritiman.” imbuhnya.
Sementara itu, pengelola Rumah Budaya Tangga Medan, Jimmy Lassang Manahara Siahaan, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam pelestarian sejarah dan budaya.
“Saya belajar dari Ibu Wali Kota bagaimana mencoba membangun sebuah tempat yang bisa memberikan andil dalam melestarikan budaya pada masyarakat. Saya senang sekali bisa belajar dari beliau,” ujar Jimmy.
Penyerahan artefak tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Semarang, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Medan, dan Rumah Sejarah Medan.
Bersama agenda repatriasi arsip surat kabar Semarang dan seminar nasional, kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas Semarang sebagai kota maritim bersejarah. (*)







