Wujudkan Desa Hebat, KKN 163 UIN Walisongo Gencarkan Sosialisasi Sampah di Sendangdawuhan

Wujudkan Desa Hebat, KKN 163 UIN Walisongo Gencarkan Sosialisasi Sampah di Sendangdawuhan
Wujudkan Desa Hebat, KKN 163 UIN Walisongo Gencarkan Sosialisasi Sampah di Sendangdawuhan

SEMARANGUPDATE.COM – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 163 UIN Walisongo Semarang menggelar sosialisasi pengelolaan sampah bagi warga Desa Sendangdawuhan, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, di Aula Balai Desa setempat, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan untuk mendorong warga melakukan pengelolaan sampah secara mandiri guna merespons belum adanya fasilitas bank sampah di desa tersebut.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Sendangdawuhan, Waryono, S.H., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa ketiadaan infrastruktur pengolahan sampah membuat edukasi mandiri menjadi sangat penting bagi masyarakat.

“Di Desa Sendangdawuhan ini belum ada bank sampah. Maka dari itu, tujuan dari sosialisasi ini adalah mengajak masyarakat untuk bisa mengelola sampahnya sendiri, terutama dengan memilah dan memilih sampah organik dan anorganik,” ujar Waryono.

Hal senada ditegaskan oleh Ibu Kepala Desa, Dwi Wahyuni. Ia menyatakan bahwa kesadaran warga dalam memilah sampah dari tingkat rumah tangga merupakan solusi utama untuk mencegah penumpukan sampah di lingkungan desa.

“Karena di Sendangdawuhan belum ada bank sampah, masyarakat perlu mulai mengelola sampahnya sendiri. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat terbiasa memilah sampah dari rumah,” tuturnya.

Untuk memberikan keterampilan praktis kepada warga, sosialisasi ini menghadirkan narasumber Deby Kurniawati L SKM. Ia memaparkan langkah-langkah dasar pengelolaan sampah tangga yang meliputi pengurangan, pemilahan, penggunaan kembali, dan pengolahan (kompos maupun daur ulang).

“Menjaga kebersihan bukan hanya tentang membuang sampah pada tempatnya, tetapi tentang bagaimana kita bertanggung jawab atas sampah yang kita hasilkan. Perubahan kecil dari setiap rumah akan menjadi perubahan besar bagi Desa Sendangdawuhan,” tegas Deby di hadapan para warga dan perangkat desa.

Sementara itu, Koordinator KKN Posko 163, Muhammad Khilmi Zakariya, menyebutkan bahwa masalah sampah di desa pada dasarnya berakar dari kebiasaan. Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan tanggung jawab kolektif.

“Menjaga lingkungan bukan sekadar tentang membuang sampah pada tempatnya, tetapi tentang membangun kesadaran bahwa setiap sampah yang kita hasilkan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (*)

Pos terkait