Dinsos Semarang Bagikan 15 Kaki Palsu untuk Korban Kecelakaan dan Disabilitas

Dinsos Semarang Bagikan 15 Kaki Palsu untuk Korban Kecelakaan dan Disabilitas
Dinsos Semarang Bagikan 15 Kaki Palsu untuk Korban Kecelakaan dan Disabilitas

SEMARANGUPDATE.COM – Dinas Sosial Kabupaten Semarang menyerahkan bantuan 15 kaki palsu kepada penyandang disabilitas fisik. Bantuan yang bersumber dari APBD 2026 itu diberikan di Aula Kantor Dinsos Kabupaten Semarang, Selasa (18/8/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membantu meningkatkan mobilitas dan kesejahteraan masyarakat penyandang disabilitas, khususnya mereka yang membutuhkan alat bantu untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang Istichomah mengatakan, penyaluran kaki palsu tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan penyandang disabilitas. Bantuan diharapkan dapat membantu penerima menjalani aktivitas dengan lebih mandiri.

“Warga yang telah disetujui, lalu mengikuti pengukuran oleh rekanan pembuat. Hari ini langsung kita serahkan,” ujar Istichomah.

Sebelum menerima bantuan, seluruh calon penerima terlebih dahulu menjalani tahapan verifikasi dan validasi. Proses tersebut dilakukan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) untuk memastikan bantuan diberikan kepada warga yang memenuhi kriteria.

Sebanyak 15 penerima bantuan berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Semarang. Rinciannya, tiga penerima dari Kecamatan Pringapus, masing-masing dua orang dari Bancak, Suruh, dan Ungaran Timur, serta masing-masing satu penerima dari Bergas, Pabelan, Kaliwungu, Ungaran Barat, Ambarawa, dan Tuntang.

Melihat masih adanya permohonan bantuan dari masyarakat, Dinsos Kabupaten Semarang menyiapkan tambahan enam kaki palsu melalui anggaran perubahan 2026. Program serupa juga dipastikan tetap berlanjut pada tahun anggaran 2027.

Salah satu penerima, Mariyono (53), warga Desa Jombor, Kecamatan Tuntang, mengaku bersyukur mendapatkan kaki palsu tersebut. Ia membutuhkan alat bantu setelah mengalami patah kaki akibat kecelakaan kerja.

“Kaki saya patah karena kecelakaan kerja. Terima kasih atas bantuannya melalui TKSK. Kaki palsu ini sangat membantu saya beraktivitas normal kembali,” tutur Mariyono.

Di sisi lain, TKSK Ungaran Timur Ary Prasetyawan memastikan pendampingan tetap diberikan kepada para penerima bantuan, terutama selama mereka beradaptasi menggunakan kaki palsu dalam aktivitas sehari-hari.

“Semua TKSK siap membantu,” kata Ary Prasetyawan. (*)

Pos terkait