SEMARANGUPDATE.COM – Olahraga pickleball yang tengah naik daun mulai meramaikan Kota Semarang. Menggabungkan elemen tenis, bulu tangkis, dan tenis meja, olahraga ini dinilai cocok untuk berbagai usia karena mudah dipelajari dan dimainkan.
Melihat tren tersebut, DinkDonk menghadirkan venue pickleball baru di kawasan Candi Golf, Jangli.
Tidak hanya menyediakan fasilitas olahraga, DinkDonk mengusung konsep sportainment yang memadukan aktivitas fisik dengan suasana santai dan ruang interaksi sosial bagi pengunjung.
Manager Operasional DinkDonk, Indah Prastiwi, mengatakan popularitas pickleball terus meningkat di berbagai negara dan kini mulai mendapat perhatian masyarakat Indonesia.
Menurutnya, olahraga ini memiliki daya tarik karena dapat dimainkan oleh anak-anak hingga lansia.
“Permainan ini relatif mudah dipelajari. Anak-anak, orang dewasa hingga lansia bisa bermain bersama karena karakter bolanya lebih ringan dan lapangannya tidak terlalu luas,” ujarnya.
Pickleball sendiri menggunakan paddle berbahan padat dan bola plastik berlubang. Dengan ukuran lapangan yang mirip lapangan badminton, permainan ini menawarkan tempo cepat tanpa mengharuskan pemain bergerak terlalu jauh.
DinkDonk menyediakan empat lapangan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rekreasi maupun pertandingan. Sejumlah fasilitas pendukung juga disiapkan guna memberikan kenyamanan bagi para pengunjung selama berolahraga.
Selain lapangan, tersedia ruang VIP yang dilengkapi pendingin ruangan, kamar mandi pribadi, serta layanan konsumsi bagi pengguna yang menginginkan suasana lebih privat saat beraktivitas.
Menurut Indah, konsep yang dihadirkan bukan hanya mengajak masyarakat berolahraga, tetapi juga membangun kebiasaan hidup sehat yang dapat menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
“Sekarang banyak orang mencari aktivitas yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga menyenangkan dan bisa menjadi sarana bersosialisasi. Kami melihat pickleball memiliki potensi besar untuk itu,” katanya.
Untuk mendukung pemain pemula, DinkDonk juga akan menghadirkan program pendampingan melalui instruktur mulai pertengahan Juni.
Program tersebut ditujukan agar masyarakat dapat mempelajari teknik dasar hingga aturan permainan secara lebih mudah.
Kehadiran venue ini diharapkan dapat menjadi pilihan olahraga baru bagi warga Semarang sekaligus mendorong tumbuhnya gaya hidup aktif dan sehat di tengah masyarakat. (*)







