SEMARANGUPDATE.COM – Pemerintah Kota Semarang terus mempercepat penanganan bencana longsor yang terjadi di kawasan Kalialang, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati.
Di bawah koordinasi langsung Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, upaya penanganan dilakukan mulai dari kondisi darurat hingga proses pemulihan lingkungan bagi warga terdampak.
Agustina menegaskan, pemerintah tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga memastikan pemulihan berlangsung cepat agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Karena itu seluruh OPD kami minta bergerak cepat dan saling terintegrasi agar penanganan di lapangan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Agustina, Kamis (7/5).
Sejak longsor terjadi, penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan BPBD, Disperkim, Dinas Sosial, kecamatan, kelurahan, TNI, relawan, hingga masyarakat sekitar.
Pada Rabu (6/5), Pemkot Semarang mulai melakukan pembersihan akses jalan untuk mempermudah distribusi bantuan dan memulihkan aktivitas warga.
Selain itu, Disperkim bersama BPBD, Koramil, Kecamatan Gunungpati, dan Kelurahan Sukorejo melakukan pembenahan atap di lokasi penampungan sementara agar warga lebih nyaman selama masa tanggap darurat.
Dapur umum yang dikelola ibu-ibu PKK Kelurahan Sukorejo juga masih aktif menyiapkan kebutuhan konsumsi harian bagi warga terdampak.
BPBD Kota Semarang turut mendistribusikan bantuan berupa sembako untuk dapur umum, selimut, matras, dan terpal.
Sementara Dinas Sosial menambah kebutuhan pengungsi dengan menyediakan kasur lipat.
Tidak hanya fokus pada penanganan darurat, Pemkot Semarang juga mulai menyiapkan langkah pemulihan infrastruktur lingkungan.
Disperkim telah menyusun rencana teknis beserta kebutuhan anggaran untuk perbaikan paving jalan lingkungan, drainase, penerangan dan jaringan listrik, sanitasi air bersih, hingga fasilitas di lokasi penampungan sementara.
Perkembangan penanganan kembali terlihat pada Kamis (7/5), ditandai dengan mulai dikirimnya material pembangunan ke lokasi longsor.
Perbaikan akses jalan juga terus dipercepat guna mendukung pemulihan kawasan terdampak.
Instalasi lampu dan jaringan listrik di area penampungan sementara kini juga telah selesai dan sudah bisa digunakan warga.
Di sisi lain, Dinas Sosial kembali menyalurkan bantuan tambahan berupa sepuluh kasur lipat dan dua dus makanan siap saji untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.
Agustina mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan longsor tersebut.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, aparat, relawan, dan masyarakat menjadi modal utama dalam mempercepat proses pemulihan.
“Saya melihat semua bergerak bersama. OPD turun cepat, masyarakat saling membantu, relawan dan aparat wilayah juga terus siaga. Inilah kekuatan gotong royong Kota Semarang dalam menghadapi bencana,” kata Agustina.
Pemkot Semarang memastikan pendampingan dan penanganan terhadap warga terdampak akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar pulih.
Warga juga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor. (*)







