MTQ Nasional Tinggal Hitungan Hari, DPRD Kota Semarang Soroti Persiapan hingga Penyambutan Tamu

Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim, bersama seluruh anggota Komisi D mengecek langsung kesiapan lokasi pembukaan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima, Kamis (10/9/2026). (Dokumentasi)

SEMARANGUPDATE.COM – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang tinggal menghitung hari.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta seluruh persiapan teknis maupun agenda segera dituntaskan agar perhelatan nasional tersebut berjalan lancar.

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim, bersama seluruh anggota Komisi D mengecek langsung kesiapan lokasi pembukaan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima, Kamis (10/9/2026).

Pengecekan tersebut turut didampingi Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Semarang Elly Asmara dan perwakilan vendor penyelenggara.

Mualim mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan persiapan pembukaan MTQ Nasional yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat benar-benar siap, baik dari sisi teknis maupun pelayanan kepada para tamu.

“Yang jelas, dewan ingin memastikan seluruh persiapan bisa diselesaikan dengan segera karena dalam waktu dekat ini dihelat acara pembukaan dan dijadwalkan akan dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto di Simpang Lima,” ujar Mualim.

Menurut dia, Pemkot Semarang menyampaikan bahwa persiapan penyelenggaraan MTQ Nasional saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Artinya, pekerjaan yang tersisa memasuki tahap penyelesaian akhir.

Namun, Mualim meminta seluruh kekurangan tidak dianggap sepele karena waktu menuju pembukaan semakin dekat.

“Kami minta persiapan yang dirasa belum tuntas bisa dirampungkan, mengingat tinggal beberapa hari lagi. Kalau bisa dikebut agar selesai, sehingga acara sukses dan berhasil. Ini sifatnya secepatnya harus diselesaikan,” tegasnya.

DPRD Soroti Spanduk dan Promosi Potensi Semarang

Selain kesiapan teknis, DPRD Kota Semarang juga menyoroti aspek penyambutan tamu dan peserta MTQ Nasional.

Mualim mengaku masih melihat belum adanya spanduk maupun baliho yang dipasang sebagai penanda penyambutan tamu dari berbagai daerah yang akan datang ke Kota Semarang.

Menurutnya, detail semacam itu penting karena MTQ Nasional bukan hanya menjadi ajang perlombaan keagamaan, tetapi juga momentum memperkenalkan berbagai potensi Kota Semarang.

“Kami melihat sekilas memang belum ada spanduk atau poster dipasang untuk penyambutan tamu dari berbagai kota yang akan datang, dan peserta yang nantinya tinggal di Kota Semarang,” katanya.

Ia meminta penyelenggara memperhatikan hal-hal kecil tersebut dengan memanfaatkan ruang yang tersedia untuk mempromosikan potensi daerah.

“Dengan memanfaatkan ruang yang meski terbatas bisa memberikan promosi ataupun pengenalan potensi daerah, seperti berbagai wisata religi, UMKM, dan kuliner khas di Kota Semarang,” imbuhnya.

Parkir hingga Keramahan Juru Parkir Jadi Perhatian

Mualim juga mengingatkan Pemkot Semarang untuk mengantisipasi kedatangan tamu dalam jumlah besar. Salah satu persoalan yang perlu dipastikan adalah ketersediaan kantong parkir.

Menurutnya, keberadaan juru parkir juga harus menjadi bagian dari pelayanan selama MTQ Nasional. Juru parkir diharapkan tidak hanya membantu mengatur kendaraan, tetapi juga memberikan pelayanan dengan ramah kepada para tamu.

“Ketersediaan kantong parkir untuk tamu perlu diantisipasi. Dan yang penting adalah memberikan jukir yang membantu parkir tamu untuk diberikan pesan agar membantu dengan ramah,” ujarnya.

Selain parkir, kebersihan lingkungan dan keamanan juga menjadi perhatian. DPRD meminta seluruh pihak memastikan para peserta dan tamu merasa aman dan nyaman selama berada di Kota Semarang.

“Selain kebersihan lingkungan harus dijaga, jangan sampai ada gangguan keamanan dan kenyamanan selama lomba. Kami berharap semuanya aman dan nyaman tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Mualim.

MTQ Nasional Jadi Etalase Kota Semarang

Mualim menilai keberhasilan MTQ Nasional XXXI tidak hanya diukur dari kelancaran lomba. Kesan yang ditinggalkan para tamu juga akan menjadi bagian dari citra Kota Semarang sebagai tuan rumah.

Menurutnya, sedikit saja persoalan pelayanan maupun keamanan muncul dan menjadi perhatian publik, dampaknya bisa meluas di media sosial.

“Karena sedikit saja merasa tidak aman akan berpotensi menjadi viral. Semoga acara MTQ Nasional di Kota Semarang sukses dan menjadi contoh ke kota-kota lainnya di Indonesia,” pungkasnya.

MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang dijadwalkan berlangsung pada 12-19 September 2026. Selain agenda utama perlombaan, rangkaian kegiatan juga akan diramaikan sejumlah acara pendukung, antara lain Pawai Ta’aruf para kafilah, Mini Dugder, city tour, serta forum group discussion (FGD) atau seminar.

Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, DPRD berharap seluruh persiapan dapat segera dituntaskan sehingga Kota Semarang bukan hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga mampu memberikan pengalaman positif bagi para kafilah dan tamu dari berbagai daerah di Indonesia. (*)

Pos terkait