KKN UNNES Terapkan SDGs via Edukasi Gizi & PMT Pangan Lokal Cegah Stunting

KKN UNNES Terapkan SDGs via Edukasi Gizi & PMT Pangan Lokal Cegah Stunting
KKN UNNES Terapkan SDGs via Edukasi Gizi & PMT Pangan Lokal Cegah Stunting

SEMARANGUPDATE.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) GIAT 16 Kesehatan menggelar program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Balai Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan ini memanfaatkan tempe sebagai bahan pangan lokal untuk mencegah stunting sekaligus mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Bacaan Lainnya

Program ini menyasar kelompok krusial dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Sembilan mahasiswa dari rumpun ilmu kesehatan tersebut memberikan edukasi komprehensif mengenai pencegahan stunting dan pentingnya gizi seimbang.

Selain sosialisasi melalui pamflet, peserta diajak mempraktikkan langsung pedoman Isi Piringku. Warga berlatih menakar proporsi makanan sehat secara mandiri menggunakan menu rumahan seperti nasi, telur, tempe, sayur, dan buah agar mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai inovasi utama, para mahasiswa juga mendemonstrasikan pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa nugget tempe untuk balita usia 12-60 bulan. Pemilihan tempe bukan tanpa alasan, melainkan bentuk optimalisasi potensi UMKM lokal di Desa Bandungsari.

Pemanfaatan sumber daya lokal ini menjadi wujud nyata penerapan SDGs poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta poin 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Melalui program DASHAT ini, mahasiswa KKN UNNES berharap kesadaran warga akan pentingnya gizi sejak dini semakin meningkat.

Pemanfaatan pangan lokal yang terjangkau dan padat gizi diyakini dapat menjadi solusi sederhana namun berkelanjutan untuk menekan angka stunting di desa setempat. (*)

Pos terkait