Investasi Jateng Tembus Rp 72,54 Triliun, Ahmad Luthfi Optimistis Capai Rp 110 Triliun pada 2026

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dalam Forum Investasi Jawa Tengah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jumat (23/10/2026) kemarin. (Dok/Humas Pemprov Jateng)

SEMARANGUPDATE.COM, BATANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi optimistis realisasi investasi di Jawa Tengah mampu mencapai Rp 110 triliun hingga akhir 2026.

Optimisme tersebut didukung capaian investasi yang telah mencapai Rp 72,54 triliun hingga triwulan III-2026.

Bacaan Lainnya

Ahmad Luthfi menyampaikan hal itu dalam Forum Investasi Jawa Tengah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jumat (23/10/2026) kemarin.

Menurutnya, peluang masuknya investor baru, termasuk perusahaan asal Vietnam, menjadi salah satu faktor yang memperkuat keyakinan bahwa target investasi tahun ini dapat tercapai.

“Kita optimis, sebentar lagi ada perusahaan dari Vietnam akan masuk. Kita optimis bahwa 2026 nanti bisa menyamai capaian tahun lalu yaitu Rp 110 triliun,” kata Luthfi, dalam keterangannya.

Berdasarkan data yang disampaikan, investasi Jawa Tengah pada triwulan I-2026 mencapai Rp 23 triliun. Angka tersebut meningkat sehingga total investasi pada akhir semester I-2026 mencapai Rp 59,94 triliun.

Memasuki triwulan III-2026, realisasi investasi kembali bertambah menjadi Rp 72,54 triliun.

Dengan capaian tersebut, Jawa Tengah masih membutuhkan tambahan investasi sekitar Rp 37,46 triliun untuk menyamai target Rp 110 triliun hingga akhir tahun.

Forum Bisnis Jadi Strategi Menarik Investor

Ahmad Luthfi menjelaskan, pencapaian investasi Jawa Tengah merupakan hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam menarik investor domestik maupun asing.

Sejumlah upaya dilakukan melalui forum bisnis dan investasi, kerja sama antardaerah, serta kemitraan sister province dan sister city dengan negara sahabat.

Salah satu forum yang dinilai memberikan hasil signifikan adalah Central Java Investment Business Forum (CJIBF). Menurut Luthfi, forum tersebut mampu menghasilkan potensi investasi hingga Rp 19 triliun dalam satu hari.

“Forum-forum bisnis dan investasi seperti ini dapat mempertemukan dunia usaha, kawasan industri, serta pemangku kebijakan yaitu pemerintah. Salah satu contoh, kami punya Central Java Investment Business Forum (CJIBF) yang sehari bisa menghasilkan investasi sampai Rp 19 triliun,” jelasnya.

Selain mempertemukan investor dengan pemerintah, pendekatan tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang investasi baru dan memperluas kegiatan ekonomi di berbagai daerah.

Pertumbuhan Ekonomi Jateng Capai 5,80 Persen

Dukungan terhadap investasi juga dilakukan melalui pengembangan kawasan industri. Saat ini, Jawa Tengah memiliki sekitar tujuh kawasan industri eksisting yang tersebar di Kota Semarang, Demak, Kendal, Batang, dan Brebes.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan sekitar 12 kawasan industri baru di berbagai daerah untuk mendorong pertumbuhan pusat ekonomi baru.

Menurut Ahmad Luthfi, pengembangan kawasan industri menjadi bagian penting dari upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang telah mencapai 5,80 persen atau di atas rata-rata nasional, sebagaimana disampaikan dalam forum tersebut.

“Kawasan industri penting untuk pertumbuhan ekonomi baru. Di Jawa Tengah sekarang pertumbuhan ekonomi sudah 5,80% atau di atas rata-rata nasional,” ujarnya.

Atas kinerja investasi dan penguatan program strategis nasional, Ahmad Luthfi menerima penghargaan kategori Figur Akselerator Kemajuan untuk bidang Investasi dan Penguatan Program Strategis Nasional dari detikcom dalam rangkaian acara tersebut.

Luthfi mengatakan penghargaan itu menjadi motivasi untuk semakin meningkatkan upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.

Dalam kesempatan yang sama, Pangdam IV/Diponegoro Sudaryanto dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyatakan komitmen menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.

Jaminan keamanan serta kepastian hukum dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan investor dalam menanamkan modalnya di Jawa Tengah. (*)

Pos terkait