Gotong Royong Warga Kalipancur, Ambulans Umat Resmi Beroperasi untuk Warga

Gotong Royong Warga Kalipancur, Ambulans Umat Resmi Beroperasi untuk Warga
Gotong Royong Warga Kalipancur, Ambulans Umat Resmi Beroperasi untuk Warga

SEMARANGUPDATE.COM — Kepedulian dan semangat gotong royong warga Kalipancur melahirkan fasilitas kesehatan berbasis komunitas. Masjid Jami Al-Ikhlas kini memiliki Ambulans Umat yang dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan akses transportasi menuju fasilitas kesehatan.

Peresmian armada tersebut berlangsung di wilayah RW 04 Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Senin (24/8/2026) malam. Kegiatan dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan dihadiri Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, Habib Hamid Sholeh Ba’agil, sejumlah tokoh agama, serta warga Kalipancur dan Bambankerep.

Bacaan Lainnya

Ambulans Umat tersebut merupakan hasil swadaya masyarakat yang dihimpun melalui infak dan sedekah para jemaah Masjid Jami Al-Ikhlas.

Kehadirannya diharapkan dapat membantu warga yang membutuhkan layanan rujukan kesehatan, terutama ketika harus menuju rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya.

Pengelolaan armada menerapkan konsep subsidi silang. Warga dari kalangan kurang mampu dapat menggunakan ambulans secara gratis, sedangkan masyarakat yang memiliki kemampuan dipersilakan memberikan infak secara sukarela untuk membantu biaya operasional.

Iswar mengapresiasi inisiatif jemaah Masjid Jami Al-Ikhlas yang secara bersama-sama menghadirkan ambulans tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar.

“Ambulans ini murni lahir dari kepedulian jemaah Masjid Jami Al-Ikhlas. Warga kurang mampu gratis, yang mampu berinfak. Inilah bentuk gotong royong dan kemandirian warga yang sangat baik,” ujar Iswar.

Menurut Iswar, inisiatif masyarakat seperti itu dapat menjadi bagian penting dalam memperluas akses layanan kesehatan hingga ke tingkat lingkungan.

Pemerintah Kota Semarang juga terus mendorong kerja sama dengan masyarakat agar berbagai kebutuhan warga dapat ditangani secara bersama.

Ia berharap Ambulans Umat dapat dikelola secara berkelanjutan sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Perawatan armada juga dinilai penting agar selalu siap digunakan ketika warga membutuhkan pertolongan.

“Kami berharap ambulans ini dikelola secara profesional, terawat dengan baik, dan terus menjadi penyedia layanan pertolongan medis yang cepat bagi warga yang membutuhkan,” tegas Iswar.

Peresmian Ambulans Umat ditandai dengan pembunyian sirine. Acara kemudian dilanjutkan dengan salawat bersama yang dipimpin Habib Hamid Sholeh Ba’agil dan Grup Sholawat Ussyaqun Thoha. (*)

Pos terkait