Atlet Junior Bawa Pulang Medali, Senam Kota Semarang Bidik Tambahan Emas Porprov Jateng 2026

Kontingen senam Kota Semarang menambah medali di Porprov Jateng 2026. Tiga perak diraih dari aerobik, sementara nomor ritmik menyumbangkan emas dan perak. (Dok)

SEMARANGUPDATE.COM – Kontingen senam Kota Semarang kembali menambah perolehan medali dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.

Kali ini, tambahan medali datang dari nomor senam aerobik dan ritmik dengan raihan tiga medali perak dari aerobik serta sejumlah medali emas dan perak dari ritmik.

Bacaan Lainnya

Ketua Harian Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) Kota Semarang, Tommy Soenjoto, mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari upaya kontingen Kota Semarang untuk terus bersaing di cabang olahraga senam Porprov Jateng 2026.

Menurutnya, sejumlah atlet junior sengaja diturunkan untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan menghadapi atlet dari daerah lain yang lebih berpengalaman.

Senam Aerobik Kota Semarang Raih Tiga Perak

Dari nomor senam aerobik, Kota Semarang berhasil mengamankan tiga medali perak melalui kategori single putra, mixed pair, dan trio.

Medali perak pada kategori single putra diraih Sani Syahrul Haz. Sementara itu, pasangan Bintang Prada Adiwangsa Putra TS dan Naura Zalfa Halilla menyumbangkan perak dari kategori mixed pair.

Medali perak ketiga diperoleh melalui nomor trio yang diperkuat Bintang Prada Adiwangsa Putra TS, Naura Zalfa Halilla, dan Chintya Khairunnisa Salsabila.

Tommy menilai persaingan di nomor aerobik berlangsung ketat karena lawan memiliki kemampuan yang baik. Meski demikian, ia melihat pertandingan tersebut sebagai kesempatan penting bagi para atlet untuk mengembangkan kemampuan.

“Materi dari lawan sebenarnya memang bagus. Untuk nomor single putra, mixed pair, maupun trio, kali ini memang menjadi kesempatan mereka,” kata Tommy, Rabu (28/10/2026).

Senam Ritmik Sumbang Medali Emas

Selain dari aerobik, kontribusi penting bagi kontingen senam Kota Semarang datang dari nomor ritmik. Keira Kristianto berhasil meraih medali emas pada kategori serba bisa, sedangkan Zaskia Dwi Yusnita memperoleh medali perak.

Medali emas juga diraih tim beregu ritmik Kota Semarang yang diperkuat Keira Kristianto, Zaskia Dwi Yusnita, Fema Melyada Anggreni, dan Amabel Zameena Aghvor.

Sementara itu, Lathisa Shakia Kirana turut menyumbangkan medali emas pada nomor free hands.

Hasil tersebut memperlihatkan kontribusi para pesenam Kota Semarang dalam persaingan medali Porprov Jateng 2026.

Capaian dari nomor ritmik juga menjadi modal penting bagi tim untuk mempertahankan daya saing pada kompetisi berikutnya.

Atlet Junior Jadi Modal Pembinaan Senam Semarang

Tommy menjelaskan, komposisi atlet yang diturunkan Kota Semarang masih didominasi pesenam junior.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam mengevaluasi hasil pertandingan, terutama ketika menghadapi atlet dari daerah lain yang memiliki jam terbang lebih tinggi.

“Anak-anak kita masih junior semua, sedangkan atlet Brebes yang menjadi lawan di nomor tersebut sudah senior. Anak-anak yang saya bawa ke PON kemarin juga mendapatkan medali,” ujarnya.

Menurut Tommy, perbedaan pengalaman bertanding menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pembinaan atlet.

Pengalaman di Porprov diharapkan dapat membantu para pesenam muda meningkatkan kemampuan teknik, mental bertanding, dan konsistensi penampilan.

Ia menilai, pembinaan atlet junior perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mereka mampu berkembang dan bersaing lebih baik pada kejuaraan mendatang.

Empat Nomor Berpeluang Tambah Emas

Menghadapi pertandingan selanjutnya, Tommy memperkirakan terdapat empat nomor yang berpeluang menyumbangkan medali emas bagi kontingen senam Kota Semarang.

Meski demikian, peluang tersebut sangat bergantung pada kesiapan dan penampilan atlet saat bertanding. Kemampuan mengendalikan tekanan serta tampil maksimal menjadi faktor penting untuk merealisasikan target tersebut.

“Kalau anak-anak tampil tanpa beban dan bisa lepas, tentu mereka punya peluang untuk meraih emas,” katanya.

Tommy menegaskan, evaluasi akan terus dilakukan untuk meningkatkan kesiapan atlet menghadapi persaingan. Selain kemampuan teknik, konsistensi dan pengalaman bertanding juga menjadi aspek yang perlu diperkuat.

Fasilitas Latihan Jadi Perhatian

Di luar capaian medali Porprov Jateng 2026, Tommy turut menyoroti pentingnya dukungan fasilitas latihan yang sesuai dengan kebutuhan cabang olahraga senam.

Menurutnya, sarana latihan yang memadai akan membantu atlet menjalani program pembinaan secara optimal, sekaligus mendukung peningkatan kualitas teknik dan performa saat bertanding.

Dengan pembinaan berkelanjutan, dukungan fasilitas, dan bertambahnya pengalaman kompetisi, atlet senam Kota Semarang diharapkan mampu meningkatkan prestasi serta memberikan kontribusi lebih besar dalam berbagai kejuaraan mendatang. (*)

Pos terkait