SEMARANGUPDATE.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Semarang Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang, Senin (6/7). Penyampaian tersebut menjadi tahapan awal sebelum Raperda dibahas dan memperoleh persetujuan dari DPRD.
Dalam rapat tersebut, Agustina menyatakan optimistis Raperda dapat disetujui. Ia menilai berbagai capaian yang diraih Pemerintah Kota Semarang selama ini tidak lepas dari sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dan DPRD.
“Ini tahapan pertama meminta persetujuan dari DPRD. Nanti setelah dibahas oleh DPRD baru bisa menyatakan menerima atau tidak. Mudah-mudahan bisa disetujui karena banyak prestasi yang diraih Pemerintah Kota Semarang. Ini merupakan hasil kolaborasi yang baik antara Pemkot Semarang dan DPRD Kota Semarang,” ujar Agustina.
Selain menyampaikan Raperda, Agustina juga mengapresiasi kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), yang dinilai bekerja cepat dan profesional dalam menyusun laporan keuangan daerah setelah proses pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Kinerja tersebut kembali mengantarkan Pemerintah Kota Semarang meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK untuk kesepuluh kalinya secara berturut-turut.
“Saya mengapresiasi teman-teman ASN yang gerak cepat merangkum seluruh laporan. Hasil pemeriksaan BPK juga sangat membanggakan. Hari ini kita dapat mengumumkan bahwa Kota Semarang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 10 tahun berturut-turut,” katanya.
Meski kembali mempertahankan opini WTP, Agustina menegaskan Pemerintah Kota Semarang akan terus melakukan pembenahan dan menghadirkan inovasi untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengatakan berbagai praktik baik dari daerah lain akan menjadi referensi dalam mempercepat pembangunan Kota Semarang, mulai dari pengelolaan ruang terbuka hijau, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan sistem pelayanan publik berbasis digital.
“Kami harus terus belajar. Kami ingin mempelajari berbagai inovasi dari daerah lain, mulai dari pengelolaan taman, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan sistem pelayanan publik berbasis digital. Mudah-mudahan Kota Semarang dapat terus mencapai kemajuan yang maksimal dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)







