SEMARANGUPDATE.COM – Rencana Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk merancang konsep pariwisata berbasis aglomerasi mendapat sambutan positif dari Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh.
Langkah ini dinilai sebagai strategi jitu untuk memacu perekonomian daerah sekaligus mendistribusikan keuntungan sektor pariwisata agar lebih merata.
Saleh memandang integrasi wisata ini mampu merangkai beragam objek wisata andalan dari lintas kabupaten dan kota ke dalam sebuah paket liburan yang utuh dan saling terhubung.
“Konsep ini sangat baik karena tidak hanya mengembangkan satu destinasi, tetapi juga menghubungkan potensi wisata antardaerah sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ungkapnya saat menghadiri agenda Rembug Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2026 di Pendopo Kota Tegal, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, alih-alih berjalan sendiri-sendiri seperti yang selama ini terjadi, potensi pariwisata di tiap daerah di Jawa Tengah sejatinya bisa saling menopang melalui kolaborasi antarwilayah.
Melalui aglomerasi, turis akan disuguhi variasi pilihan yang lebih kaya dalam satu kali kunjungan. Hal ini diharapkan mampu memperpanjang waktu liburan wisatawan sekaligus mendongkrak pengeluaran mereka di tingkat lokal.
“Semakin lama wisatawan berada di Jawa Tengah, maka semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan oleh pelaku usaha lokal, mulai dari UMKM, sektor kuliner, hingga penyedia jasa akomodasi,” katanya.
Lebih lanjut, Saleh juga mendorong penerapan ekosistem digital sebagai komponen pendukung utama.
Dengan adanya sebuah platform digital yang terpadu, kemudahan akses informasi terkait destinasi, titik-titik ekonomi kreatif, kuliner, hingga penginapan dapat dijangkau dalam satu genggaman, sehingga daya tarik wisata semakin meningkat.
Namun, tidak hanya menyoroti aspek promosi dan teknologi, ketersediaan infrastruktur dan perbaikan akses jalan raya penghubung antardestinasi juga dinilai krusial.
Kesuksesan pariwisata sangat bergantung pada kenyamanan turis, aksesibilitas, serta pelibatan aktif warga sekitar dalam ekosistem pariwisata tersebut.
“Infrastruktur yang baik akan meningkatkan aksesibilitas kawasan wisata dan memperkuat daya saing pariwisata Jawa Tengah di tingkat nasional,” ujar sosok yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Jateng ini.
Ke depannya, ia berharap program wisata terintegrasi ini mampu mencetak peluang usaha dan lapangan kerja baru, serta benar-benar menjadi roda penggerak ekonomi daerah.
“Pariwisata memiliki efek berganda yang besar terhadap perekonomian. Karena itu, pengembangannya perlu dilakukan secara terintegrasi agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak daerah dan masyarakat,” pungkas Saleh. (*)







