Pemprov Jateng Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Percepat Pemadaman TPA Putri Cempo

Pemprov Jateng Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Percepat Pemadaman TPA Putri Cempo
Pemprov Jateng Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Percepat Pemadaman TPA Putri Cempo

SEMARANGUPDATE.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kota Surakarta. Selain mengandalkan pemadaman melalui jalur darat dan udara dengan water bombing, Pemprov Jateng juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan penanganan kebakaran telah memasuki hari kelima. Berbagai metode dikerahkan untuk menjangkau titik api, termasuk area yang sulit diakses petugas dari darat.

Bacaan Lainnya

“Segala cara digunakan, baik itu dari jalur darat maupun jalur udara. Di hari pertama kita menggunakan jalur darat, dan selanjutnya kita dibantu Polda Jateng dengan menggunakan water bombing,” kata Bergas saat jumpa pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin, 7 September 2026.

Setelah upaya pemadaman melalui darat dan udara, langkah selanjutnya yang disiapkan adalah OMC oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Operasi tersebut ditargetkan mulai dilaksanakan pada 9–10 September 2026.

Bergas menyebut seluruh dukungan dan teknologi yang tersedia akan dimaksimalkan untuk mempercepat proses pemadaman. Langkah tersebut dinilai penting karena cakupan kebakaran TPA Putri Cempo kali ini lebih luas dibandingkan kejadian pada 2023.

Saat kebakaran pada 2023, proses pemadaman membutuhkan waktu hingga sekitar 24 hari. Karena itu, Pemprov Jateng berharap penanganan kebakaran kali ini dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat.

Menurut Bergas, luas area yang terbakar membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan lebih intensif. Pemadaman dari darat dan udara pun tetap dilakukan sambil menunggu persiapan OMC.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung meninjau penanganan kebakaran TPA Putri Cempo pada Sabtu, 5 September 2026. Ia meminta seluruh pihak bekerja bersama untuk menangani kebakaran secara menyeluruh.

Kolaborasi tersebut melibatkan Pemprov Jateng, Pemkot Surakarta, TNI, Polri, serta sejumlah unsur terkait lainnya.

“Ini harus tuntas, makin cepat makin bagus,” kata Ahmad Luthfi.

Selain memastikan api segera dipadamkan, Luthfi juga menekankan pentingnya menjaga keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan TPA selama proses penanganan berlangsung.

Untuk mengantisipasi dampak asap, Pemprov Jateng turut mengambil sejumlah langkah perlindungan bagi masyarakat. Di antaranya dengan menyiapkan layanan kesehatan serta menyalurkan masker dan logistik bagi warga maupun petugas yang berada di sekitar lokasi kebakaran. (*)

Pos terkait