Kisah Inspiratif Wisuda UNDIP: Anak Pedagang Kue Jalan Pemuda Semarang Sukses Raih Gelar Sarjana

Anak penjual kue tenongan, Marsya Wijayanti, resmi diwisuda pada Wisuda Universitas Diponegoro (UNDIP) ke-183 sebagai lulusan Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik, Sekolah Vokasi UNDIP.

SEMARANGUPDATE.COM – Di sudut Jalan Pemuda, Kota Semarang, seorang perempuan setiap hari memikul tenongan berisi kue tradisional, gorengan, dan nasi bungkus.

Dari hasil jualan sederhana itulah lahir sebuah mimpi besar yang kini menjadi kenyataan. Putrinya, Marsya Wijayanti, resmi diwisuda pada Wisuda Universitas Diponegoro (UNDIP) ke-183 sebagai lulusan Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik, Sekolah Vokasi UNDIP.

Bacaan Lainnya

Di balik toga yang dikenakan Marsya, tersimpan perjalanan panjang seorang ibu yang tak pernah lelah mencari nafkah demi memastikan anak-anaknya tetap bisa mengenyam pendidikan.

Kisah itu menjadi salah satu potret nyata bahwa kerja keras keluarga sederhana mampu melahirkan generasi berprestasi.

Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, Marsya tumbuh dengan menyaksikan langsung perjuangan ibunya yang setiap hari berjualan di kawasan Balaikota hingga Jalan Pemuda Semarang.

Pengorbanan itu menjadi alasan terbesar baginya untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan menempuh pendidikan tinggi.

“Saya ingin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua atas doa, kasih sayang, dan pengorbanan yang tidak pernah berhenti. Dukungan mereka, beserta bantuan beasiswa yang saya terima, menjadi motivasi yang sangat berarti dalam perjalanan studi saya,” ujar Marsya, dalam keterangannya yang dikutip Rabu (29/7/2026).

Beasiswa Menjadi Jembatan Mewujudkan Mimpi

Bagi Marsya, perjuangan kuliah bukan hanya soal menyelesaikan tugas atau menghadapi ujian. Tantangan terbesar adalah menjaga semangat agar tidak menyerah di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.

Beasiswa yang diterimanya menjadi titik balik penting. Bantuan tersebut meringankan biaya pendidikan sekaligus memberi ruang bagi Marsya untuk fokus meningkatkan prestasi akademik tanpa terus dibayangi persoalan finansial.

Kesempatan itu dimanfaatkannya sebaik mungkin hingga berhasil menyelesaikan pendidikan vokasi dengan gelar sarjana terapan.

Memilih Logistik karena Percaya Masa Depan Industri

Keputusan memilih Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik bukan tanpa alasan. Sejak awal, Marsya melihat sektor logistik sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang.

Menurutnya, pengelolaan distribusi dan rantai pasok memiliki peran vital dalam menjaga kelancaran aktivitas industri maupun perdagangan nasional. Bidang tersebut juga menawarkan peluang karier yang luas bagi lulusan yang memiliki kompetensi.

Selama kuliah, ia harus beradaptasi dengan padatnya aktivitas akademik, tugas-tugas praktik, hingga membagi waktu bersama keluarga. Namun setiap tantangan justru memperkuat tekadnya untuk menyelesaikan pendidikan.

Wisuda Bukan Akhir Perjuangan

Bagi Marsya, prosesi wisuda hanyalah awal dari perjalanan berikutnya. Ia ingin segera memasuki dunia kerja dan menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama di bangku kuliah.

Lebih dari sekadar membangun karier, ia memiliki satu tujuan sederhana namun bermakna, yakni membahagiakan kedua orang tuanya yang telah berjuang tanpa mengenal lelah.

Marsya juga berharap Universitas Diponegoro terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang mampu melahirkan lulusan unggul, inovatif, dan berintegritas sehingga semakin banyak anak-anak dari keluarga sederhana yang memiliki kesempatan mengubah masa depan melalui pendidikan.

Kisah Marsya menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak selalu lahir dari kemewahan. Kadang, mimpi besar justru tumbuh dari sebuah tenongan yang setiap hari dipikul penuh harapan di sudut Kota Semarang. (*)

Pos terkait