SEMARANGUPDATE.COM – Kepala SMA Saintek Ahmad Dahlan Kota Salatiga, Sutomo, MAg, menyampaikan bahwa pihak sekolah akan memulai operasional dengan membuka minimal tiga kelas terlebih dahulu.
Sekolah yang baru diresmikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti pada 13 April 2026 itu sebenarnya mendapat banyak permintaan untuk membuka hingga empat kelas.
Namun, manajemen memilih fokus pada tiga kelas sebagai tahap awal.
“Banyak yang meminta untuk membuka 4 kelas, tapi kami ingin konsentrasi 3 kelas dulu,” tutur Sutomo didampingi Eko Susilo, SPd, MM di Salatiga, Kamis (16/4/2026).
Ia menilai kehadiran SMA Saintek Ahmad Dahlan menjadi langkah penting dalam memperkuat pendidikan berbasis sains dan teknologi yang tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman di Kota Salatiga.
Di bawah naungan Muhammadiyah, sekolah ini sejak awal diarahkan untuk mengembangkan pendidikan berkualitas di Indonesia.
“Kehadiran SMA Saintek di Kota Salatiga merupakan upaya strategis dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berakhlak mulia, melalui kegiatan-kegiatan riset berbasis proyek,” ujarnya.
“Sekolah ini diharapkan mampu menjadi pusat keunggulan pendidikan yang mengintegrasikan sains, teknologi, dan nilai-nilai keislaman sehingga dapat melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan global,” tambahnya.
Sutomo menegaskan, SMA Saintek mengusung tagline Modern, Religius, Berprestasi.
Pihaknya berkomitmen menghadirkan sistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, memperkuat basis keilmuan yang selaras dengan nilai keislaman, serta mendorong budaya riset, prestasi, dan kepedulian lingkungan sejak dini.
“Kami berharap menjadi sekolah unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional, serta berkontribusi dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkemajuan,” ungkapnya.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di Jawa Tengah, SMA Saintek juga menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra, salah satunya PT Mandiri Artha Solusi (MAS) yang telah berpengalaman lebih dari satu dekade dalam pengembangan pembelajaran interaktif di sekolah.
Kerja sama tersebut difokuskan pada penyediaan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai bagian dari penguatan digitalisasi pembelajaran.
Kunjungan perwakilan PT MAS yang dipimpin Grace D telah diterima oleh pihak sekolah.
“Terima kasih atas sambutan luar biasa dari SMA Saintek untuk kami. Kini kami akan fokus menindaklanjuti kerja sama ini,” kata Grace. (*)







