SEMARANGUPDATE.COM — Pemerintah Kota Semarang memastikan pekerjaan drainase di kawasan Simpang Lima tetap dikebut meski lokasi tersebut akan menjadi pusat kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional.
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang menyebut pengerjaan proyek penanganan banjir itu tetap mengikuti jadwal kontrak yang telah ditetapkan, yakni hingga akhir Desember 2026.
Untuk menjaga kelancaran pelaksanaan MTQ Nasional yang dipusatkan di Simpang Lima, area yang masih menjadi lokasi pekerjaan konstruksi akan ditutup dan disterilkan secara menyeluruh selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Kepala DPU Kota Semarang Suwarto mengatakan proyek drainase tersebut merupakan bagian dari program prioritas penanganan banjir. Perencanaannya bahkan telah dilakukan sejak tahun sebelumnya sehingga pelaksanaannya tetap harus berjalan pada tahun anggaran 2026.
“Proyek drainase Simpang Lima ini masa pengerjaannya memang lama, sampai akhir Desember. Karena itu, saat pelaksanaan MTQ nanti area pengerjaan proyek akan kita tutup rapat seluruhnya,” kata Suwarto, Senin 31 Agustus 2026.
Penutupan nantinya tidak hanya diterapkan pada area pekerjaan drainase yang ditangani DPU. Area proyek penataan taman di sekitar Simpang Lima yang menjadi kewenangan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) juga akan mendapatkan perlakuan serupa.
Menurut Suwarto, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan aktivitas konstruksi tidak mengganggu rangkaian MTQ sekaligus menjaga tampilan kawasan selama acara berlangsung.
Selain menutup lokasi proyek, DPU juga menyiapkan sistem pengamanan di sekitar titik konstruksi. Upaya tersebut dilakukan mengingat Simpang Lima diperkirakan akan dipadati ribuan masyarakat selama kegiatan MTQ Nasional.
Area yang masih dalam tahap pengerjaan akan dikelilingi pembatas atau barikade fisik yang kuat. Pembatas tersebut ditujukan untuk mencegah masyarakat masuk ke lokasi konstruksi, sementara pengawasan lapangan juga akan diperketat.
DPU turut mengantisipasi kemungkinan hujan selama pelaksanaan MTQ. Untuk itu, pekerjaan saat ini diarahkan pada tiga titik gorong-gorong utama agar sistem aliran air dapat segera berfungsi dan mengalirkan air hujan menuju saluran bawah tanah.
“Pengerjaan saat ini difokuskan di tiga titik gorong-gorong. Jadi kalau nanti ada hujan, aliran air sudah bisa langsung masuk ke saluran bawah tanah semua. Untuk keamanan, area konstruksi kita beri pembatas rapat yang tidak bisa diterobos warga, didukung juga dengan pengawasan dari tim di lapangan,” tegasnya.
Dengan pengaturan tersebut, Pemkot Semarang berharap pelaksanaan MTQ Nasional di Simpang Lima tetap berlangsung aman dan nyaman bagi masyarakat.
Di sisi lain, proyek drainase sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir juga dapat terus dikerjakan hingga sesuai target kontrak. (*)







