USM Perkuat Jejaring Global Lewat Aliansi China-ASEAN, Dukung Petani Jateng

USM Perkuat Jejaring Global Lewat Aliansi China-ASEAN, Dukung Petani Jateng
USM Perkuat Jejaring Global Lewat Aliansi China-ASEAN, Dukung Petani Jateng

SEMARANGUPDATE.COM – Universitas Semarang (USM) memperluas jejaring internasional dengan bergabung dalam Aliansi Kerja Sama Pendidikan Sepanjang Hayat China–ASEAN (China–ASEAN Lifelong Education Cooperation Alliance).

Keterlibatan tersebut ditandai melalui penandatanganan deklarasi pada ajang Pekan Pertukaran Pendidikan China–ASEAN 2026 di Guizhou, Tiongkok.

Bacaan Lainnya

Partisipasi USM dalam aliansi tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Republik Indonesia. Dukungan itu ditunjukkan melalui kehadiran Staf Ahli Wakil Menteri, Suparto, yang mewakili pemerintah dalam prosesi penandatanganan kerja sama internasional tersebut.

Dalam kesempatan itu, Suparto menegaskan bahwa pemerintah mendukung penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi Indonesia dengan mitra internasional sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pemerintah mendukung penuh deklarasi kerja sama internasional ini. Kolaborasi antara perguruan tinggi seperti USM dengan mitra-mitra global di ASEAN dan Tiongkok merupakan langkah nyata dalam memperkuat diplomasi pendidikan sekaligus menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. Kami berharap sinergi ini tidak berhenti pada seremonial penandatanganan saja, melainkan berlanjut pada aksi nyata yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas SDM serta pemberdayaan masyarakat di sektor riil,” ujar Suparto.

Aliansi tersebut menjadi platform kolaborasi permanen pertama di bidang pendidikan sepanjang hayat yang menghubungkan Tiongkok dan negara-negara ASEAN.

Dalam kemitraan ini, USM bergabung bersama sejumlah perguruan tinggi internasional, seperti Guizhou Open University, Cyberjaya University Malaysia, serta institusi pendidikan dari Kamboja, Laos, Vietnam, hingga Australia.

Melalui kerja sama tersebut, para anggota akan mengembangkan model pembelajaran berbasis teknologi digital, berbagi sumber daya pendidikan, serta menyelaraskan standar pengajaran di tingkat internasional.

Rektor Universitas Semarang, Dr. Supari, S.T., M.T., mengatakan keikutsertaan USM menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring global sekaligus memperkuat transformasi pendidikan berbasis teknologi.

“Keikutsertaan USM dalam Aliansi China–ASEAN ini adalah wujud nyata transformasi visi USM menuju perguruan tinggi berwawasan global. Di era digitalisasi dan konektivitas saat ini, pendidikan sepanjang hayat berbasis teknologi cerdas bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendasar untuk membangun sumber daya manusia yang adaptif. USM berkomitmen penuh untuk tidak hanya menjadi peserta aktif, tetapi juga pendorong utama yang siap menyerap teknologi digital modern, menyelaraskan mutu pengajaran dengan standar global, serta membawa riset internasional langsung ke tengah masyarakat,” tegas Dr. Supari.

Sebagai tindak lanjut dari deklarasi tersebut, USM akan melaksanakan program pendampingan bagi petani buah di Jawa Tengah melalui pendekatan pembelajaran sepanjang hayat.

Program ini mencakup transfer pengetahuan tentang agroteknologi modern, pengelolaan pascapanen, hingga pelatihan e-commerce dan pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing hasil pertanian.

USM juga akan mengintegrasikan riset kecerdasan buatan (AI), pengembangan kurikulum berstandar internasional, serta program pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (*)

Pos terkait