SEMARANGUPDATE.COM – Pengelola Semarang Zoo meningkatkan perawatan satwa selama periode cuaca panas akibat kemarau panjang. Berbagai penyesuaian dilakukan untuk menjaga kondisi hewan koleksi tetap sehat dan mengurangi risiko gangguan akibat suhu tinggi.
Direktur Taman Satwa Semarang, Bimo Wahyu Widodo, mengatakan kondisi setiap satwa dipantau secara langsung dengan memperhatikan perubahan perilaku di dalam kandang. Pemantauan tersebut menjadi langkah awal untuk mengetahui apabila ada hewan yang mulai terdampak cuaca ekstrem.
Menurut Bimo, setiap jenis satwa memiliki kemampuan berbeda dalam menghadapi peningkatan suhu. Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya penurunan nafsu makan pada satwa yang dirawat di Semarang Zoo.
”Kalau nafsu makan turun belum ada, untuk cuaca ekstrim ini kita memberikan air minum kepada satwa yang diganti setiap tiga jam agar air mnum tidak panas karena terkena sinar matahari,” katanya.
Selain memastikan ketersediaan air minum, pola pemberian pakan juga disesuaikan dengan karakteristik masing-masing satwa. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu hewan tetap nyaman selama menghadapi suhu udara yang lebih tinggi.
Satwa primata mendapatkan buah beku, sedangkan hewan karnivora diberi daging beku. Sementara itu, es batu ditempatkan di wadah minum satwa herbivora. Pemberian suplemen vitamin juga tetap dilakukan setiap pekan untuk membantu menjaga kondisi kesehatan satwa.
Perlakuan khusus juga diterapkan pada kandang gajah. Pengelola memasang sprinkler atau shower air yang dioperasikan pada siang hari untuk membantu mengurangi paparan panas. Penyemprotan air di sekitar area kandang juga dilakukan secara berkala guna menurunkan suhu lingkungan.
Untuk mengurangi aktivitas satwa pada saat suhu tinggi, pengelola turut menyesuaikan jadwal pertunjukan satwa. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah hewan mengalami kelelahan hingga heat stroke.
”Untuk jadwal animal show juga dikurangi untuk mencegah aktivitas berlebih satwa pada siang hari dan mencegah terjadinya heat stroke,” jelasnya.
Satwa yang lebih sensitif terhadap panas juga mendapatkan perhatian tambahan. Burung, misalnya, dimandikan atau disemprot air secara berkala untuk membantu menjaga kondisi tubuhnya selama berada di dalam kandang.
Bimo mengatakan petugas juga melakukan deteksi dini terhadap potensi heat stroke dengan memantau aktivitas setiap satwa. Hewan yang terlihat lebih banyak diam atau mengalami peningkatan frekuensi napas akan segera mendapatkan penanganan dari petugas.
”Penataan lingkungan dan vegetasi terus kami lakukan, termasuk merapikan pohon dan menanam pohon baru di area satwa. Untuk kenyamanan pengunjung, kami menambahkan taman, meja dan kursi di area primata serta menyediakan kereta mini dan ATV untuk memudahkan pengunjung berkeliling,” tambah dia.
Selain penanganan selama cuaca ekstrem, Semarang Zoo tengah menyiapkan rancangan kandang yang lebih mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca. Salah satu konsep yang dikembangkan yakni menyediakan ruang tidur tertutup bagi setiap satwa.
”Kandang tidur tertutup diharapkan bisa menjadi tempat satwa berlindung ketika kondisi panas ataupun hujan, sehingga satwa tidak terpapar langsung dengan cuaca di lingkungan,” pungkas dia. (*)







