Pemkot Semarang Perketat Pengawasan Truk di Jalur Silayur usai Kecelakaan Berulang

Pemkot Semarang Perketat Pengawasan Truk di Jalur Silayur usai Kecelakaan Berulang
Pemkot Semarang Perketat Pengawasan Truk di Jalur Silayur usai Kecelakaan Berulang

SEMARANGUPDATE.COM – Pemerintah Kota Semarang memberi perhatian khusus terhadap keselamatan lalu lintas di kawasan Silayur, Kecamatan Ngaliyan, yang selama beberapa tahun terakhir dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan.

Berdasarkan data kepolisian sejak 2020 hingga awal 2026, kecelakaan di jalur tersebut terus terjadi setiap tahun dan didominasi insiden fatal akibat rem blong pada kendaraan berat.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengatakan kondisi jalan dengan tingkat kelandaian mencapai 13,2 persen menjadi tantangan utama bagi kendaraan bertonase besar yang melintas di kawasan tersebut.

Menurutnya, karakter jalan yang panjang dan curam kerap menyebabkan sistem pengereman truk tidak berfungsi optimal sehingga membahayakan pengguna jalan lainnya.

“Kawasan Silayur memang memiliki karakteristik tanjakan dan turunan ekstrem yang sangat panjang. Data menunjukkan rata-rata belasan hingga puluhan korban selalu ada setiap tahunnya, maka dari itu kami terus melakukan upaya rekayasa teknis agar angka ini bisa ditekan secara signifikan,” ujar Danang pada Jumat (8/5).

Sebagai langkah penanganan, Pemkot Semarang telah melakukan sejumlah intervensi fisik di jalur Silayur.

Upaya tersebut meliputi penebalan marka jalan, pemasangan pita kejut untuk mengendalikan laju kendaraan, hingga penambahan Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ).

Selain itu, pemerintah juga memasang portal pembatas kendaraan berat serta menutup beberapa titik putar balik atau u-turn yang dinilai berpotensi menimbulkan hambatan lalu lintas dan memicu kecelakaan.

Danang menuturkan pengawasan terhadap kendaraan berat kini diperketat, terutama terkait aturan tonase dan jam operasional.

Petugas juga ditempatkan di sejumlah titik strategis guna memastikan kepatuhan pengendara.

Ia turut mengimbau masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa, untuk memanfaatkan layanan BRT Trans Semarang Koridor IV yang melintasi kawasan tersebut demi meningkatkan keselamatan perjalanan.

“Penggunaan transportasi publik seperti BRT jauh lebih aman dibandingkan mengendarai sepeda motor di jalur curam ini. Armada kami rutin melalui pengecekan kelaikan kendaraan secara ketat sehingga risiko kegagalan teknis saat menanjak maupun menurun dapat diminimalisir demi keselamatan penumpang,” tuturnya.

Meningkatnya aktivitas kawasan industri di wilayah Semarang Barat juga disebut ikut menambah kepadatan lalu lintas kendaraan berat di jalur Silayur.

Karena itu, Pemkot Semarang terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memperkuat pengawasan serta mengevaluasi sistem keselamatan di koridor logistik tersebut.

Danang menegaskan pihaknya tidak akan segan memberikan sanksi kepada kendaraan yang melanggar aturan tonase maupun jadwal operasional.

Para pengusaha logistik juga diminta memastikan seluruh armada dalam kondisi laik jalan dan tidak membawa muatan berlebih.

“Kami tidak akan lelah melakukan pembenahan meskipun tantangan topografinya sangat sulit. Kesadaran pengemudi truk untuk mematuhi aturan muatan adalah kunci utama agar peristiwa memilukan di Silayur tidak terus berulang setiap tahunnya. Keselamatan harus menjadi prioritas di atas segalanya,” pungkasnya. (*)

Pos terkait