Ibu Profesional Semarang Gelar BERGEMA, Ajak Ayah dan Anak Perkuat Ikatan Keluarga

Ibu Profesional Semarang menggelar BERGEMA di TBRS dengan 40 keluarga. Kegiatan ini menghadirkan permainan ayah dan anak serta edukasi parenting untuk memperkuat ketahanan keluarga. (Dok)

SOROTJATENG.ID, SEMARANG – Komunitas Ibu Profesional Semarang menggelar kegiatan keluarga bertajuk BERGEMA (Berbagi, Bergerak, Bersama) di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Jalan Sriwijaya Nomor 29, Kota Semarang, Minggu (11/10/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 40 keluarga ini mengangkat pentingnya memperkuat kedekatan orang tua dan anak sebagai fondasi ketahanan keluarga.

Bacaan Lainnya

Dari total peserta, sebanyak 30 keluarga merupakan peserta umum, sedangkan 10 keluarga lainnya merupakan penerima manfaat.

Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi Ibu Profesional Semarang, The Human Safety Net (THSN) Indonesia, Tempo, Cantika, dan sejumlah pihak pendukung lainnya.

Ketua Panitia BERGEMA, Rizqy Oktaviani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum kebangkitan gerakan parenting secara tatap muka di Kota Semarang setelah cukup lama tidak menggelar kegiatan luring berskala besar.

“Acara ini menjadi momen spesial bagi Ibu Profesional Semarang untuk kembali menancapkan taringnya sebagai salah satu komunitas parenting terbesar di Kota Lumpia, setelah sekian lama tidak mengadakan kegiatan luring berskala besar,” ujar Rizqy.

Menurutnya, BERGEMA diinisiasi dari kepedulian terhadap pentingnya kedekatan ayah dan anak. Ikatan emosional yang kuat antara orang tua dan anak dinilai menjadi salah satu fondasi untuk membangun keluarga yang berkualitas.

Sekretaris Regional Ibu Profesional Semarang, Rovanty Frizdew, menjelaskan bahwa nama BERGEMA mencerminkan semangat berbagi, bergerak, dan berjalan bersama untuk memperkuat ketahanan keluarga.

“Sesuai namanya, BERGEMA sama dengan Berbagi, Bergerak, Bersama. Inilah cara kami untuk berbagi dan bergerak bersama demi memperkuat ketahanan keluarga di Indonesia, khususnya di Kota Semarang,” tutur Rovanty.

Dolan Bareng Bapak, Cara Seru Mendekatkan Ayah dan Anak

Salah satu kegiatan utama BERGEMA adalah sesi Dolan Bareng Bapak, yang secara khusus dirancang untuk mempererat hubungan ayah dan anak melalui permainan interaktif.

Dalam sesi tersebut, anak-anak bersama ayah mereka mengikuti tiga pos tantangan, yakni Nggoleki Bapak, Nggawe Jebretan, dan Buntelan Misteri.

Berbagai tantangan itu mengajak ayah dan anak berinteraksi, bekerja sama, serta menyelesaikan permainan bersama. Suasana kegiatan berlangsung meriah dan dipenuhi tawa.

Anak-anak yang pada awal acara masih terlihat malu-malu perlahan menjadi lebih aktif. Menjelang akhir kegiatan, kedekatan antara anak dan ayah terlihat semakin hangat.

Pendekatan melalui permainan tersebut menjadi salah satu cara untuk menghadirkan waktu berkualitas bagi keluarga. Ayah tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas yang menyenangkan bersama anak.

Ibu Belajar Menciptakan Aktivitas Edukatif di Rumah

Pada waktu bersamaan, para ibu mengikuti sesi Game Based Learning bersama dua Fasilitator Nasional Board Game Land, Ratna Palupi dan Kasihani.

Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pembekalan untuk menjadi master game di rumah. Melalui metode pembelajaran berbasis permainan, para ibu diajak mengembangkan aktivitas harian yang lebih menarik, edukatif, dan bermakna bagi anak.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu orang tua menciptakan suasana belajar yang menyenangkan tanpa harus selalu bergantung pada metode pembelajaran formal.

Selain menghadirkan kegiatan edukasi keluarga, BERGEMA juga mendapat dukungan dari The Human Safety Net Indonesia.

Organisasi tersebut menyerahkan 10 paket beasiswa senilai Rp500.000 per paket, berupa bantuan biaya pendidikan dan learning kit bagi anak-anak penerima manfaat.

Perwakilan THSN Indonesia, Swanny Gandakusuma, menyampaikan kebahagiaannya dapat terlibat langsung dalam mendukung pendidikan anak.

Melalui BERGEMA, Ibu Profesional Semarang berharap semangat memperkuat hubungan orang tua dan anak tidak berhenti setelah acara selesai.

Pengalaman yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga keluarga semakin berperan sebagai fondasi utama pembangunan masyarakat. (*)

Pos terkait