Haul Sunan Pandanaran Perkuat Identitas Religius Kota Semarang

Haul Sunan Pandanaran Perkuat Identitas Religius Kota Semarang
Haul Sunan Pandanaran Perkuat Identitas Religius Kota Semarang

SEMARANGUPDATE.COM – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan komitmen Pemerintah Kota Semarang memperkuat identitas Semarang sebagai kota religius menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026.

Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri rangkaian Haul Sunan Pandanaran 1448 Hijriah di Masjid Kompleks Makam Sunan Pandanaran, Minggu (5/7).

Bacaan Lainnya

Menurut Agustina, Haul Sunan Pandanaran menjadi momentum untuk mengingat kembali sejarah berdirinya Kota Semarang yang dibangun melalui dakwah, keteladanan, dan semangat kebersamaan yang diwariskan Ki Ageng Pandanaran sebagai pendiri kota.

“Semarang tumbuh menjadi kota besar karena memiliki fondasi nilai yang kuat. Ki Ageng Pandanaran mengajarkan bahwa membangun masyarakat tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui akhlak, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang terus kami jadikan pijakan dalam membangun Semarang,” ujar Agustina.

Ia mengatakan, penyelenggaraan haul tahun ini memiliki makna tersendiri karena berlangsung menjelang MTQ Nasional XXXI yang akan digelar pada 11–20 September 2026.

Menurutnya, kedua momentum tersebut menunjukkan kesiapan Semarang tidak hanya dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga dari kekuatan sejarah dan tradisi Islam yang telah berkembang sejak awal berdirinya kota.

“MTQ Nasional bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an. Ini adalah kesempatan untuk memperkenalkan wajah Semarang sebagai kota yang religius, terbuka, dan menghargai warisan sejarah Islam. Haul Sunan Pandanaran menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Al-Qur’an telah mengakar dalam perjalanan panjang kota ini,” katanya.

Agustina menjelaskan, Pemerintah Kota Semarang terus mempersiapkan berbagai aspek pelaksanaan MTQ Nasional, mulai dari infrastruktur, pelayanan, hingga penyambutan tamu dari berbagai daerah.

Selain itu, pemerintah juga ingin memperkenalkan karakter Semarang sebagai kota yang mampu memadukan pembangunan dengan pelestarian sejarah dan budaya.

“Kami ingin para kafilah dan tamu yang datang ke Semarang tidak hanya merasakan pelayanan terbaik, tetapi juga mengenal sejarah kota ini, mengunjungi jejak perjuangan Sunan Pandanaran, serta merasakan kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi, budaya, dan nilai-nilai keagamaan,” tegasnya.

Rangkaian Haul Sunan Pandanaran diawali dengan tabur bunga di makam Ki Ageng Pandanaran pada 3 Juli 2026, dilanjutkan Tawasul Akbar yang dipimpin Prof. Dr. Mustafid, dan akan ditutup dengan Kirab Budaya Ki Ageng Pandanaran pada 11 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan sejarah sekaligus memperkuat identitas religius dan budaya Kota Semarang.

Ketua Yayasan Sunan Pandanaran, Aris Pandan Setiawan, mengatakan haul merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk menjaga warisan perjuangan Ki Ageng Pandanaran sekaligus menanamkan nilai-nilai keteladanan kepada generasi penerus.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Semarang terhadap pelestarian situs sejarah dan tradisi keagamaan sebagai bagian dari pembangunan karakter kota.

Melalui penyelenggaraan Haul Sunan Pandanaran 1448 Hijriah, Pemerintah Kota Semarang berharap persiapan menuju MTQ Nasional XXXI tidak hanya tercermin dari kesiapan teknis penyelenggaraan, tetapi juga melalui penguatan identitas Semarang sebagai kota yang religius, berbudaya, dan tetap menjaga warisan sejarah para pendirinya. (*)

Pos terkait