SEMARANGUPDATE.COM — DPRD Kota Semarang meminta Pemerintah Kota Semarang agar penanganan banjir rob tidak hanya difokuskan di sejumlah wilayah tertentu, tetapi juga menjangkau seluruh kawasan pesisir yang terdampak, termasuk Kecamatan Tugu.
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, menilai penanganan rob selama ini masih lebih banyak terpusat di kawasan Semarang Utara, Genuk, dan Gayamsari.
Padahal, wilayah Mangunharjo dan Mangkang Wetan di Kecamatan Tugu juga mengalami dampak rob yang semakin serius.
Ia mengatakan kondisi rob di Kecamatan Tugu kini semakin mengkhawatirkan karena tidak hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga mulai merusak area pertanian produktif milik masyarakat.
“Bisa jadi di wilayah lain robnya mengecil, tapi di kecamatan lain seperti Tugu semakin besar,” ujar Pilus sapaan akrabnya pada Jumat (15/5).
Politikus PDI Perjuangan itu menilai pembangunan talud yang dilakukan melalui pokok pikiran dewan belum mampu menjadi solusi menyeluruh terhadap persoalan rob yang terjadi.
Karena itu, ia meminta Pemkot Semarang segera melakukan langkah penanganan yang lebih serius dan menyeluruh, termasuk membangun rumah pompa di wilayah yang terdampak.
“Tanpa penanganan serius, rob di Tugu berpotensi semakin meluas dan mengancam ketahanan pangan daerah akibat berkurangnya lahan pertanian,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Bappeda Kota Semarang menyatakan akan melakukan kajian terkait kebutuhan penanganan rob di Kecamatan Tugu dalam penyusunan RKPD 2027 melalui koordinasi dengan perangkat daerah terkait. (*)







