SEMARANGUPDATE.COM – Pemerintah Kota Semarang memastikan penataan kawasan Simpang Lima tidak dilakukan semata-mata untuk menyambut pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional.
Revitalisasi kawasan tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang pemerintah untuk menangani persoalan banjir sekaligus meningkatkan estetika salah satu ikon Kota Semarang.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati, menjelaskan pekerjaan utama terkait pembangunan sistem drainase menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang.
Ia mengatakan proses pengadaan pembangunan drainase bawah tanah saat ini telah berjalan. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi risiko genangan air di sekitar Simpang Lima.
“Anggaran untuk pembangunan drainase bawah itu ada di DPU. Proses pengadaan barangnya sudah berjalan dan saya kira bulan ini sudah ada penetapan pemenang,” kata Pipie, sapaan akrabnya.
Di sisi lain, Disperkim mengerjakan bagian penataan lingkungan kawasan. Salah satunya dengan membongkar boulevard taman lingkar Simpang Lima serta menyelamatkan pohon dan tanaman yang sebelumnya berada di area tersebut.
Tanaman yang terdampak pembongkaran tidak dibuang, melainkan dipindahkan ke kebun bibit milik pemerintah. Tanaman tersebut akan dirawat sebelum nantinya dikembalikan untuk mendukung penghijauan kawasan.
“Tugas kami hanya melakukan pembongkaran boulevard taman lingkar dan mengamankan pohon-pohon tanaman ke kebun bibit. Untuk tahap berikutnya ada Dinas Perdagangan dan DPU yang akan melanjutkan pekerjaan,” jelasnya.
Pipie menegaskan proses penataan Simpang Lima tidak berhenti setelah MTQ Nasional berakhir. Proyek akan terus berjalan meski kawasan tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan nasional.
Pemerintah Kota Semarang juga menargetkan kawasan Simpang Lima dapat kembali hijau dan memiliki tampilan yang lebih menarik setelah seluruh pekerjaan infrastruktur rampung. Hal tersebut sejalan dengan harapan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.
“Harapannya nanti kembali seperti semula. Bahkan Bu Wali berharap kawasan Simpang Lima bisa menjadi lebih cantik,” ujarnya.
Dalam proses revitalisasi, Pemkot Semarang juga melibatkan sektor swasta melalui peluang kolaborasi dalam program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Pipie mengatakan Wali Kota telah menyiapkan skema kerja sama untuk mendukung penataan kawasan lingkar luar Simpang Lima. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu pelaksanaan revitalisasi tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.
Sementara itu, aktivitas pembangunan tetap berjalan beriringan dengan rangkaian MTQ Nasional yang digelar di kawasan Simpang Lima.
Pemkot menyiapkan sejumlah langkah agar pekerjaan konstruksi tidak mengurangi kenyamanan dan tampilan kawasan selama kegiatan berlangsung.
Bagian kawasan yang masih dalam tahap pembangunan akan ditutup menggunakan media visual. Penutup tersebut dapat dihiasi gambar maupun informasi mengenai MTQ Nasional sehingga area proyek tetap tampak tertata.
“Karena pembangunan fisiknya masih berjalan bersamaan dengan pelaksanaan MTQ, bagian yang sedang dibangun nanti mungkin akan ditutup dengan MMT. Jadi tidak terlalu terlihat sebagai area pembangunan dan bisa dihias dengan gambar-gambar terkait MTQ,” kata Pipie.
Setelah seluruh rangkaian MTQ Nasional selesai, pekerjaan infrastruktur akan dilanjutkan hingga penataan kawasan Simpang Lima rampung. Program penghijauan dan penanaman kembali pohon juga akan dilakukan setelah kondisi konstruksi memungkinkan. (*)







