Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Dorong Inovasi Layanan Kanker yang Berorientasi pada Pasien

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Dorong Inovasi Layanan Kanker yang Berorientasi pada Pasien
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Dorong Inovasi Layanan Kanker yang Berorientasi pada Pasien

SEMARANGUPDATE.COM – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyambut pengembangan layanan penanganan kanker menggunakan teknologi cryosurgery di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Semarang (RS UNIMUS).

Ia berharap kerja sama internasional di sektor kesehatan dapat meningkatkan kompetensi tenaga medis sekaligus mendorong pelayanan yang semakin berkualitas bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Harapan tersebut disampaikan Agustina saat menghadiri Gala Dinner International Conference on Cryosurgery, bagian dari rangkaian The 10th Annual Meeting of the Asian Society of Cryosurgery (ASC-10) dan Council Transition Meeting. Acara berlangsung di Ruang Loka Krida, Lantai 8 Gedung Moch. Ikhsan, Balai Kota Semarang, Jumat (16/10).

Forum yang digelar UNIMUS bersama RS UNIMUS ini menghadirkan pakar, dokter, peneliti, dan praktisi kesehatan dari berbagai negara. Publikasi UNIMUS menyebutkan, peserta kegiatan tersebut berasal dari 30 negara.

“Bagi Kota Semarang, kemajuan layanan kesehatan tidak hanya diukur dari hadirnya teknologi baru, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan pasien. Karena itu, kolaborasi internasional harus mampu mendorong peningkatan kompetensi tenaga medis, ketepatan penanganan, keselamatan pasien, dan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas,” ujar Agustina.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, RS UNIMUS Cancer Care juga diluncurkan sebagai layanan penanganan kanker yang memanfaatkan teknologi cryosurgery beserta perangkat medis pendukung lainnya.

Metode ini bekerja dengan suhu sangat rendah untuk menghancurkan jaringan yang menjadi sasaran pengobatan. Meski demikian, penggunaannya perlu disesuaikan dengan jenis dan stadium kanker, kondisi pasien, serta hasil evaluasi tim medis.

Pengembangan layanan tersebut turut membutuhkan kesiapan sumber daya manusia yang memadai. RS UNIMUS menyampaikan bahwa lima dokter telah menjalani pelatihan cryosurgery di Tiongkok.

Kompetensi tenaga medis dalam menggunakan teknologi ini perlu didukung standar pelayanan yang tepat, penerapan keselamatan pasien, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pilihan pengobatan berdasarkan kebutuhan medis.

“Penanganan kanker membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Selain teknologi dan keahlian dokter, deteksi dini, pemeriksaan yang tepat, pendampingan pasien, serta pemahaman keluarga juga sangat penting. Kita ingin masyarakat mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan medisnya, dengan keselamatan dan kualitas sebagai prioritas,” tegas Agustina.

Menurut Agustina, pengembangan layanan kesehatan yang melibatkan perguruan tinggi dan rumah sakit sejalan dengan Misi 2 RPJMD Kota Semarang 2025–2029.

Misi tersebut berfokus pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui langkah pencegahan, pengobatan, dan rehabilitasi. Pemerintah daerah, institusi pendidikan, rumah sakit, serta komunitas medis dinilai dapat berkontribusi melalui peningkatan pelayanan, pendidikan, penelitian, dan pertukaran keahlian.

Selain mendorong kolaborasi penelitian dan peningkatan kemampuan tenaga kesehatan, pertemuan internasional ini dinilai membuka kesempatan untuk memperluas jaringan pendidikan kedokteran serta meningkatkan daya saing Semarang di sektor kesehatan.

Pengembangan layanan, termasuk potensi wisata medis, harus disertai kualitas pelayanan yang terjaga, tenaga medis kompeten, dan kepercayaan pasien.

“Kita ingin Semarang semakin dikenal sebagai kota yang mampu mengembangkan pendidikan, inovasi, dan pelayanan kesehatan. Namun, yang paling utama adalah bagaimana perkembangan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat kualitas hidup warga,” tutup Agustina. (*)

Pos terkait