SEMARANGUPDATE.COM – Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melepas 40 mahasiswa untuk mengikuti program International Experiential Learning (IEL) di dua perguruan tinggi Malaysia, yakni Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan Universiti Teknologi Petronas (UTP).
Program ini menjadi bagian dari strategi kampus untuk memperkuat internasionalisasi sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
Pelepasan peserta berlangsung melalui seremoni Student Dispatch Ceremony International Experiential Learning (IEL) to Malaysia di Gedung Pusat Lantai 2 Universitas PGRI Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Rektor Universitas PGRI Semarang, Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., mengatakan, pengalaman belajar di luar negeri memberikan dampak positif bagi pengembangan kompetensi mahasiswa sekaligus kemajuan institusi pendidikan.
Menurutnya, program internasional memiliki keterkaitan langsung dengan pencapaian target IKU, peningkatan akreditasi institusi, serta implementasi kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri.
“Program internasional ini memiliki keterkaitan langsung dengan pencapaian target Indikator Kinerja Utama, akreditasi institusi, serta implementasi kerja sama luar negeri. Oleh sebab itu, program ini harus terus dijalankan dan diajukan demi mendorong pencapaian internasional kampus,” ujar Sapto, dalam keetrangannya, Senin (12/10/2026).
Ia menegaskan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan akademik internasional menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kampus yang terbuka terhadap perkembangan pendidikan global.
Selain memperoleh pengalaman akademik, para mahasiswa diharapkan mampu membawa nama baik almamater serta menunjukkan sikap positif selama mengikuti kegiatan di Malaysia.
“Tetap perhatikan tujuan utama, yaitu membawa nama baik Universitas PGRI Semarang. Teruslah mempromosikan citra positif UPGRIS di dunia internasional,” kata Sapto.
40 Mahasiswa Ditempatkan di Dua Perguruan Tinggi Malaysia
Kepala Kantor Urusan Internasional UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, M.Hum., menjelaskan bahwa program outbound IEL tersebut merupakan gelombang keempat yang dijadwalkan berlangsung pada 11–17 Oktober 2026.
Sebanyak 40 mahasiswa dibagi ke dua perguruan tinggi tujuan. Sebanyak 20 mahasiswa akan mengikuti kegiatan di Universiti Teknologi Malaysia, sedangkan 20 mahasiswa lainnya ditempatkan di Universiti Teknologi Petronas.
Peserta berasal dari sejumlah program studi, antara lain Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Teknik Sipil, Hukum, Informatika, Teknologi Pangan, Manajemen, dan Bisnis Digital.
Nur Hidayat mengatakan, seluruh peserta telah menjalani tahapan persiapan sebelum keberangkatan, mulai dari sosialisasi program, koordinasi, hingga pengurusan paspor.
Setelah seremoni pelepasan, mahasiswa juga dijadwalkan mengikuti pembekalan intensif mengenai program akademik dan budaya yang akan mereka hadapi selama berada di Malaysia.
Perluas Jejaring Akademik Internasional
Melalui program International Experiential Learning, UPGRIS berharap mahasiswa mendapatkan wawasan global, pengalaman belajar lintas budaya, serta kesempatan membangun jejaring akademik internasional.
Program tersebut juga diharapkan memperkuat hubungan kelembagaan antara UPGRIS dan perguruan tinggi mitra di Malaysia.
Dengan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan internasional, UPGRIS berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperluas peran kampus dalam ekosistem pendidikan tinggi global. (*)







