Agustina Wilujeng Kerahkan RT/RW Semarang Perkuat Perlindungan Sosial Lewat Agen Perlinsos

Agustina Wilujeng Kerahkan RT/RW Semarang Perkuat Perlindungan Sosial Lewat Agen Perlinsos
Agustina Wilujeng Kerahkan RT/RW Semarang Perkuat Perlindungan Sosial Lewat Agen Perlinsos

SEMARANGUPDATE.COM – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti melibatkan pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) untuk memperluas jangkauan perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui pembentukan Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos), Pemkot Semarang kini memiliki 4.041 agen yang berperan membantu pendataan warga.

Bacaan Lainnya

Hingga saat ini, sebanyak 8.675 keluarga telah terdaftar melalui portal pendataan guna mendukung penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran.

Upaya tersebut menjadi salah satu agenda dalam kegiatan Penguatan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial yang berlangsung di Rowosari, Kecamatan Tembalang, Sabtu (10/10).

Acara ini dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto, serta 1.000 perwakilan ketua RT dan RW.

Agustina menilai, pengurus RT dan RW memiliki posisi strategis dalam mengidentifikasi masyarakat yang membutuhkan dukungan pemerintah.

Interaksi langsung dengan warga sehari-hari membuat mereka lebih memahami kondisi setiap keluarga, termasuk perubahan ekonomi yang dapat memengaruhi kemampuan memenuhi kebutuhan hidup dan kelayakan menerima bantuan sosial.

“Pendataan yang akurat menjadi dasar agar perlindungan sosial dapat menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan. Ketua RT dan RW memiliki peran penting karena mereka paling dekat dengan masyarakat dan mengetahui kondisi warganya. Karena itu, keterlibatan pengurus lingkungan perlu diperkuat agar tidak ada warga yang terlewat dari pendataan,” ujar Agustina.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan perlunya keterlibatan pengurus lingkungan dalam memperbarui data masyarakat. Perubahan kondisi sosial dan ekonomi keluarga membuat proses pemutakhiran data perlu dilakukan secara berkala agar informasi yang digunakan pemerintah tetap sesuai dengan keadaan di lapangan.

“Yang paling dekat dengan warga adalah para RT, para RW,” ujar Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Selain memperkuat pendataan perlindungan sosial, Pemkot Semarang juga mendorong pemerataan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.

Sekolah Rakyat Terintegrasi di Semarang saat ini menampung 356 siswa, yang terdiri atas 86 siswa rintisan dan 270 siswa angkatan 2026.

Berada di kawasan Purwosari, sekolah tersebut menempati lahan seluas 6,5 hektare dengan fasilitas berupa ruang kelas, asrama, aula, tempat ibadah, dan lapangan.

Program Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak yang belum pernah mengenyam pendidikan, tidak bersekolah, maupun terpaksa berhenti belajar.

Melalui program ini, pemerintah berupaya membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan sekaligus mendorong pemutusan rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul juga berbincang dengan Aira Putri Meiarti, siswi asal Tegalsari, Kota Semarang. Aira menyampaikan kegembiraannya karena mendapat kesempatan belajar di Sekolah Rakyat. Ia pun memiliki cita-cita menjadi guru taman kanak-kanak.

Agustina berharap, penguatan Agen Perlinsos yang melibatkan pengurus RT dan RW dapat berjalan seiring dengan perluasan akses pendidikan.

Dengan pendataan warga yang lebih akurat dan kesempatan belajar yang semakin terbuka, pemerintah diharapkan mampu menjangkau keluarga rentan sekaligus memberikan peluang bagi anak-anak untuk membangun masa depan yang lebih baik. (*)

Pos terkait