Tiga Bayi Harimau Benggala Ramaikan Semarang Zoo, Ini Tarif Masuk dan Wahana Wisatanya

Tiga Bayi Harimau Benggala Ramaikan Semarang Zoo, Ini Tarif Masuk dan Wahana Wisatanya
Tiga Bayi Harimau Benggala Ramaikan Semarang Zoo, Ini Tarif Masuk dan Wahana Wisatanya

SEMARANGUPDATE.COM – Tiga anak harimau Benggala yang terdiri atas dua jantan dan satu betina menjadi daya tarik baru bagi pengunjung Semarang Zoo, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kehadiran satwa tersebut menambah pilihan wisata keluarga sekaligus memperkuat fungsi kebun binatang sebagai tempat konservasi, edukasi, dan rekreasi.

Ketiga anak harimau itu merupakan hasil perkawinan harimau jantan bernama Rangga dan betina bernama Manis. Mereka diberi nama Nara untuk anak betina, serta Lawang dan Semar untuk kedua anak jantan.

Bacaan Lainnya

Nama ketiganya diberikan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. Nara diambil dari kata Pandanaran, Lawang merujuk pada Lawang Sewu, sedangkan Semar berasal dari nama Kota Semarang.

Penggunaan nama yang berkaitan dengan ikon Kota Semarang tersebut diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan bagi Semarang Zoo, sekaligus memperkenalkan identitas daerah melalui wisata berbasis konservasi satwa.

Koordinator Bidang Konservasi Satwa Semarang Zoo, drh. Yudi Ardianto, menjelaskan bahwa ketiga anak harimau tersebut kini berusia sekitar dua setengah bulan. Kelahiran mereka merupakan bagian dari program breeding yang dirintis Direktur Semarang Zoo sekitar satu setengah tahun lalu.

Program tersebut bertujuan menjaga kemurnian genetik harimau Benggala. Untuk mendukung keberlanjutan pengembangbiakan, pengelola juga mulai menjajaki pencarian pasangan dari lembaga konservasi lain melalui skema pertukaran, hibah satwa, maupun breeding loan guna menghindari perkawinan sedarah.

Saat ini, ketiga anak harimau dalam kondisi sehat dan mendapatkan perawatan melalui kombinasi pengasuhan induk serta pendampingan dari tim perawat satwa atau kiper.

“Untuk perawatannya kita gunakan semi-handling dimana kita mengembalikan kepada induknya, kemudian lalu kita akan melakukan pendekatan atau training terhadap anaknya,” jelasnya.

Yudi menerangkan, metode tersebut diterapkan agar anak harimau terbiasa berinteraksi dengan kiper dan tim medis Semarang Zoo. Dengan pembiasaan ini, pemeriksaan kesehatan rutin maupun penanganan ketika satwa sakit diharapkan dapat dilakukan dengan lebih mudah.

“Karena untuk kedepannya nanti, jika ada hal yang perlu dilakukan penanganan atau treatment kepada anak harimau, itu kita tidak perlu pendekatan lain,” ujarnya.

Selain menjalani perawatan, ketiga anak harimau tersebut mulai diperkenalkan dengan makanan berupa daging ayam dan sapi. Menurut Yudi, induk harimau juga dapat menerima penerapan metode semi-handling tersebut. Induk tidak menunjukkan perilaku terlalu agresif saat anaknya dibawa oleh kiper dan tetap menerima mereka ketika dikembalikan.

“Untuk kondisi kesehatan indukan masih tetap berusaha mengasuh dengan baik dengan cara menggrooming (menggeram) dan masih berusaha untuk diajak main dan lain-lain,” urainya.

Harga Tiket Terbaru Semarang Zoo

Manajer Pemasaran Semarang Zoo, Ikha Oktaviani, turut menjelaskan tarif tiket masuk dan sejumlah aktivitas yang tersedia bagi pengunjung.

“Harga tiket masuk ke Semarang Zoo sekarang Rp10 ribu untuk warga kota Semarang, dan Rp15 ribu untuk warga luar kota Semarang tiket berlaku sampai akhir tahun ini. kalau berinteraksi dengan anak harimau dan foto bersama harga tiketnya Rp10 ribu. Sedangkan jika naik unta atau naik kuda harga tiketnya Rp20 ribu untuk dua putaran,” katanya.

Selain aktivitas tersebut, pengunjung juga dapat berinteraksi, berfoto, serta memberi makan gajah dengan biaya Rp20.000.

Ikha menjelaskan, biaya untuk berinteraksi dan berfoto bersama anak harimau diperuntukkan bagi kegiatan konservasi. Sementara itu, aktivitas memberi makan satwa herbivora menjadi bagian dari pengembangan objek wisata.

“Untuk pakan satwa atau feeding herbivora tiketnya Rp10 ribu, dan biaya konservasi sukarela untuk foto bersama burung Kakatua dan Bayan di area Aves Garden,” jelasnya.

Pihak Semarang Zoo berharap pembenahan yang telah dilakukan dapat meningkatkan kesiapan pengelola dalam menyambut peningkatan jumlah pengunjung menjelang pergantian tahun 2026 ke 2027.

“Kita mohon doanya kepada seluruh masyarakat, para pemerhati maupun pecinta satwa, mudah-mudahan harapan kami ini bisa tercapai,” pungkasnya. (*)

Pos terkait