Sedimentasi Banjir Kanal Barat Semarang Ditangani, Pemkot dan BBWS Perkuat Upaya Cegah Banjir

Sedimentasi Banjir Kanal Barat Semarang mulai dikeruk BBWS Pemali Juana. Pemkot Semarang juga memelihara 33 lokasi sungai dan saluran serta menyiapkan 119 pompa untuk menghadapi musim hujan. (Dok/Humas Pemkot Semarang)

SEMARANGUPDATE.COM – Penanganan sedimentasi di Banjir Kanal Barat menjadi salah satu perhatian dalam upaya mengantisipasi banjir di Kota Semarang menjelang musim hujan.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana terkait pengerukan di kawasan tersebut.

Bacaan Lainnya

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto mengatakan, pengerukan oleh BBWS Pemali Juana telah dimulai dari bagian hilir, termasuk di kawasan depan The Park. Penanganan dilakukan oleh BBWS sesuai kewenangan lembaga tersebut.

“Saat ini BBWS sudah mulai mengeruk dari bagian hilir terlebih dahulu, termasuk di depan The Park. Penanganannya masih berproses karena menjadi kewenangan BBWS,” jelas Suwarto, dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).

Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan sungai dan saluran air untuk mendukung kelancaran aliran air ketika hujan turun.

Sedimentasi yang menumpuk perlu ditangani agar tidak mengganggu fungsi sungai dalam mengalirkan air.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Semarang juga melakukan pemeliharaan sungai dan saluran di berbagai kawasan sebagai langkah mengurangi risiko banjir dan genangan.

Pemeliharaan 33 Lokasi Sungai dan Saluran

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyampaikan, dari 38 lokasi yang menjadi sasaran pemeliharaan, pekerjaan telah dilakukan di 33 lokasi. Adapun lima lokasi lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Pemeliharaan mencakup wilayah timur, utara, barat, serta tengah dan selatan Kota Semarang.

Sejumlah lokasi yang telah dikerjakan antara lain Saluran Jalan Gajah sepanjang 600 meter, Kali Bunggel Pedurungan Tengah sepanjang 1,5 kilometer, Sungai Karanganyar sepanjang 1,4 kilometer, serta Sungai Jumbleng Jerakah sepanjang 1,2 kilometer.

Pekerjaan juga meliputi Saluran Padi Raya, Sungai Tapak Tugurejo, Sungai Silandak ruas Purwoyoso, serta sejumlah saluran di kawasan Tembalang dan Semarang Tengah.

Sementara itu, lima lokasi yang masih dalam proses pengerjaan adalah Kali Sodor, Kali Sier, Kali Semarang ruas Kuningan, Kali Semarang ruas Lodan Raya, dan Saluran Buludrain.

Agustina mengatakan, pengerukan dan pemeliharaan saluran dilakukan untuk memperlancar aliran air sekaligus membantu mengurangi potensi banjir dan genangan di berbagai wilayah kota.

“Pemeliharaan sungai dan saluran ini merupakan bagian dari upaya kita untuk mengantisipasi musim hujan. Pengerukan dilakukan agar aliran air lebih lancar sekaligus membantu mengurangi risiko banjir dan genangan di berbagai wilayah Kota Semarang,” ujarnya.

Ratusan Peralatan Disiapkan untuk Penanganan Banjir

Untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim hujan, Pemkot Semarang menyiapkan berbagai peralatan operasional melalui DPU.

Tercatat ada 119 unit pompa dengan kapasitas gabungan 92.190 liter per detik atau sekitar 92,19 meter kubik per detik. Selain itu, tersedia 101 unit pompa portabel untuk mendukung penanganan genangan di lapangan.

DPU juga memiliki 66 unit dump truck dan 57 unit alat berat untuk menunjang kegiatan pemeliharaan serta pekerjaan infrastruktur.

Kesiapan peralatan tersebut melengkapi upaya pemeliharaan sungai dan saluran yang terus dilakukan di berbagai wilayah Semarang.

Penanganan banjir membutuhkan dukungan infrastruktur, kesiapan operasional, serta koordinasi antarlembaga sesuai kewenangannya.

Masyarakat Diminta Menjaga Saluran Air

Selain langkah teknis, Agustina mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air.

Sampah yang menumpuk berpotensi menghambat aliran air dan memperburuk genangan saat hujan deras.

Karena itu, pemeliharaan infrastruktur perlu disertai perilaku masyarakat yang mendukung kelancaran drainase.

“Langkah pemeliharaan sungai, kesiapan peralatan, dan kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan ini perlu berjalan beriringan agar risiko banjir selama musim hujan dapat kita tekan secara optimal,” pungkas Agustina.

Pemkot Semarang terus memperkuat upaya antisipasi banjir melalui pemeliharaan sungai dan saluran, penyiapan peralatan, serta koordinasi dengan BBWS Pemali Juana untuk penanganan sungai sesuai kewenangannya. (*)

Pos terkait