SEMARANGUPDATE.COM – Teknologi Virtual Reality (VR) membuka peluang baru bagi guru untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kontekstual di ruang kelas.
Peluang tersebut mulai diperkenalkan kepada guru SMP PGRI 1 Semarang melalui pelatihan yang digelar Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UPGRIS menggelar pelatihan pemanfaatan media pembelajaran kontekstual berbasis Virtual Reality (VR) pada Jumat (25/9/2026) yang lalu.
Kegiatan yang berlangsung di SMP PGRI 1 Semarang tersebut diikuti kepala sekolah, para guru, dan tim pengabdi UPGRIS.
Pelatihan menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mendorong peningkatan literasi digital di lingkungan pendidikan.
Tim pengabdi yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Ika Septiana, Mukhlis, Aris Tri Joko Harjanto, dan Kiswoyo.
Ketua tim pengabdi, Ika Septiana, mengatakan perkembangan teknologi menuntut guru untuk terus meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan berbagai perangkat dan platform digital.
Menurutnya, kehadiran AI dan VR memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif. Namun, teknologi tetap harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.
“Guru sekarang ini akrab dengan teknologi, bahkan sudah banyak yang mencoba AI. Namun, guru juga perlu memahami cara menggunakannya dengan tepat sebagai media pembelajaran,” jelas Ika, dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).
Dalam pelatihan tersebut, guru tidak hanya mendapatkan materi mengenai pengenalan Virtual Reality. Peserta juga diajak memahami bagaimana teknologi tersebut dapat dimasukkan ke dalam perencanaan pembelajaran.
Langkah itu penting agar penggunaan VR tidak sekadar menjadi pengalaman mencoba teknologi baru, tetapi benar-benar memiliki tujuan dan relevansi dengan materi pembelajaran.
Para guru kemudian mempraktikkan penggunaan VR secara langsung. Sesi praktik membuat pelatihan berlangsung lebih interaktif karena peserta dapat merasakan secara langsung pengalaman menggunakan teknologi tersebut.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para guru aktif mengikuti materi dan mencoba perangkat VR yang diperkenalkan oleh tim pengabdi UPGRIS.
Kepala SMP PGRI 1 Semarang, Wiwik Widayati, S.T., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelatihan yang terlaksana melalui kerja sama sekolah dengan LPPM Universitas PGRI Semarang.
Menurut Wiwik, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi guru sekaligus membuka peluang bagi sekolah untuk mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi digital.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal bagi sekolah untuk mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi digital dan kerja sama dengan Universitas PGRI Semarang terus berlanjut,” ujarnya.
Ika menambahkan, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Guru diharapkan mampu memanfaatkan teknologi bukan sekadar sebagai pengguna, tetapi juga sebagai bagian dari proses kreatif dalam merancang pembelajaran.
Dengan pemahaman yang baik, penggunaan VR dapat membantu menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual, sekaligus menyesuaikan proses belajar dengan kebutuhan peserta didik di era digital. (*)







