Wali Kota Semarang Tinjau IPAL Kampung Mangut, Pastikan UMKM Tumbuh Tanpa Cemari Lingkungan

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti melalui kunjungan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal di Kampung Mangut, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara.

SEMARANGUPDATE.COM, SEMARANG – Komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus menjaga kelestarian lingkungan ditunjukkan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti melalui kunjungan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal di Kampung Mangut, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara.

Kampung Mangut Bandarharjo dikenal sebagai sentra produksi mangut, kuliner khas Kota Semarang berbahan dasar ikan yang diproduksi setiap hari oleh warga.

Bacaan Lainnya

Aktivitas tersebut memberi dampak ekonomi signifikan, namun juga berpotensi menimbulkan pencemaran jika limbah cairnya tidak dikelola dengan baik.

Untuk itu, Pemkot Semarang membangun IPAL komunal sebagai solusi agar limbah produksi dapat diolah terlebih dahulu sebelum dialirkan ke saluran lingkungan.

Dalam kunjungannya, Agustina meninjau langsung proses pengolahan limbah serta berdialog dengan warga dan pelaku UMKM setempat.

Ia menegaskan bahwa keberadaan IPAL menjadi kunci agar aktivitas ekonomi warga dapat terus berjalan tanpa mengorbankan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.

“Bandarharjo ini adalah contoh bagaimana kampung tematik bisa tumbuh menjadi kekuatan ekonomi warga. Namun pertumbuhan itu harus diiringi dengan pengelolaan lingkungan yang baik. IPAL ini hadir untuk memastikan produksi mangut tetap berjalan tanpa mencemari lingkungan,” ujar Agustina, dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).

Wali Kota juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola IPAL secara bersama-sama. Menurutnya, infrastruktur lingkungan tidak akan berfungsi optimal tanpa kesadaran dan komitmen warga dalam merawat serta memanfaatkannya secara berkelanjutan.

Ke depan, Pemkot Semarang berkomitmen terus mendorong peningkatan kualitas kampung-kampung tematik, khususnya yang berbasis UMKM dan kuliner, dengan melengkapi fasilitas pendukung seperti sanitasi, pengolahan limbah, dan penataan lingkungan.

Langkah ini sejalan dengan visi mewujudkan Kota Semarang yang sehat, produktif, dan berwawasan lingkungan.

Pemkot berharap IPAL Kampung Mangut Bandarharjo dapat menjadi contoh pengelolaan limbah bagi sentra UMKM lainnya, sehingga kualitas lingkungan tetap terjaga dan daya saing produk lokal Kota Semarang semakin meningkat. (*)

Pos terkait