SEMARANGUPDATE.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menghadiri kegiatan silaturahmi Ramadan melalui agenda Tarawih Keliling di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II-A Bulu Semarang, Minggu (8/3) malam.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang mempererat kebersamaan serta menghadirkan pesan harapan bagi para warga binaan di bulan suci Ramadan.
Dalam kesempatan tersebut, Agustina menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momen bagi setiap orang untuk melakukan refleksi diri serta memperbaiki langkah kehidupan ke arah yang lebih baik.
“Ramadan selalu datang membawa pesan yang sama, bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk maju, memperbaiki diri, menata ulang langkah, dan membuka lembaran kehidupan yang lebih baik,” ujar Agustina di hadapan para warga binaan.
Pada kegiatan tersebut, Wali Kota juga menyerahkan bantuan sebanyak 300 Al-Qur’an bagi warga binaan. Selain itu, ia mengapresiasi berbagai program pembinaan yang telah dijalankan di Lapas Perempuan Bulu.
Menurutnya, sejumlah program seperti urban farming, pelatihan pembuatan roti, hingga penyediaan fasilitas salon kecantikan merupakan bentuk pembinaan positif yang dapat membekali warga binaan dengan keterampilan.
Agustina berharap berbagai keterampilan tersebut dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.
“Saya yakin panjenengan semua dapat menjalani hari-hari di sini dengan baik. Manfaatkan waktu untuk mencari bekal. Kalau sudah memiliki ilmu dan keterampilan, nanti di luar bisa menjadi entrepreneur,” ungkapnya memberikan semangat.
Selain menyapa warga binaan, Agustina juga menyampaikan apresiasi kepada para petugas Lapas yang dinilai telah menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan empati.
Ia menilai peran petugas Lapas tidak hanya sebatas menjalankan tugas administratif, tetapi juga menjadi pendamping bagi warga binaan dalam menjalani proses pembinaan.
“Tantangan bagi para petugas seringkali adalah menjadi tempat berbagi cerita dan sandaran bagi mereka yang sedang rapuh. Ini bukan sekadar menjalankan tugas sebagai pegawai, tetapi juga menjalankan peran kemanusiaan yang sangat mulia,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas II-A Bulu Semarang, Ade Agustina, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kota Semarang terhadap proses pembinaan warga binaan.
Ia mengatakan suasana kebersamaan dan toleransi di lingkungan Lapas terus dijaga sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembinaan yang humanis.
“Perlindungan terhadap perempuan dan anak menjadi hal yang sangat penting. Karena itu kami, baik warga binaan maupun pegawai, sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah agar dapat terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujar Ade.
Melalui kegiatan tarawih keliling tersebut, Pemerintah Kota Semarang berharap semangat Ramadan dapat menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, melakukan refleksi diri, serta menumbuhkan harapan bagi setiap orang untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. (*)







