USM Gandeng BPPI, Dorong Inovasi Teknologi untuk Nelayan di Jawa Tengah

USM dan BPPI jalin kerja sama inovasi teknologi untuk nelayan di Jawa Tengah melalui pilot project living laboratory di lima kampung pesisir.
USM dan BPPI jalin kerja sama inovasi teknologi untuk nelayan di Jawa Tengah melalui pilot project living laboratory di lima kampung pesisir.

SEMARANGUPDATE.COM – Universitas Semarang (USM) memperluas peran strategisnya dalam pengembangan riset terapan melalui kerja sama dengan Balai Besar Penangkapan Ikan (BPPI). Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilaksanakan pada Jumat (13/2/2025) di Ruang Rektor USM sebagai langkah awal penguatan inovasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Wakil Rektor III USM, Dr April Firman Daru SKom MKom, menegaskan bahwa kampusnya memiliki kapasitas kuat dalam pengembangan sistem teknologi informasi yang dibangun secara internal oleh sivitas akademika. Sistem tersebut dikerjakan mandiri, melibatkan mahasiswa magang serta tenaga IT lulusan USM.

Bacaan Lainnya

“USM sudah mampu memproduksi dan mengembangkan sistem IT secara mandiri. Tidak banyak perguruan tinggi yang bisa melakukan pengembangan sistem secara internal seperti ini. Dengan kualitas yang kami miliki, kami yakin kerja sama dengan BPPI dapat memberikan solusi dan dampak positif,” ujarnya.

Menurut April, kolaborasi ini bukan hanya bersifat administratif, tetapi diarahkan pada implementasi nyata di lapangan. Mahasiswa akan memperoleh pengalaman praktis melalui program magang, sementara dosen didorong untuk melakukan penelitian terapan yang relevan dengan kebutuhan mitra.

“Mahasiswa tidak hanya belajar di laboratorium kampus, tetapi juga merasakan langsung dunia kerja di lapangan. Selain itu, praktisi dari BPPI juga dapat menjadi narasumber bagi mahasiswa, sehingga pembelajaran lebih aplikatif,” tambahnya.

Dari sisi pemerintah, Plt Kepala Balai Besar Penangkapan Ikan, Umar Soleh SPi MSi, menilai inovasi teknologi yang dikembangkan USM memiliki potensi besar untuk diterapkan secara langsung kepada nelayan.

“Kerja sama ini saling menguntungkan untuk kemajuan nelayan di Indonesia. Inovasi dari USM bisa kita dorong untuk diterapkan di masyarakat,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat menetapkan wilayah percontohan di Jawa Tengah. Lima kampung nelayan Merah Putih yang telah dibangun akan dijadikan pilot project sekaligus living laboratory untuk menguji penerapan teknologi berbasis riset secara langsung di tengah masyarakat pesisir.

“Kami ingin inovasi tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi diterapkan di masyarakat melalui konsep living laboratory. Dengan keterlibatan Universitas Semarang, berbagai permasalahan nelayan dapat dicarikan solusi berbasis teknologi dan riset,” pungkas Umar Soleh.

Melalui kemitraan ini, USM dan BPPI berupaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendorong transformasi teknologi di sektor kelautan dan perikanan. Harapannya, riset kampus tidak hanya menghasilkan publikasi akademik, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Pos terkait