Truk Diduga Rem Blong Tabrak Sejumlah Kendaraan di Silayur, Tiga Orang Luka

Truk Diduga Rem Blong Tabrak Sejumlah Kendaraan di Silayur, Tiga Orang Luka
Truk Diduga Rem Blong Tabrak Sejumlah Kendaraan di Silayur, Tiga Orang Luka

SEMARANGUPDATE.COM – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di turunan Silayur, Jalan Prof. Hamka, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, pada Jumat (10/4/2026) pagi.

Sebuah truk tronton atau kontainer diduga mengalami gangguan pengereman hingga menabrak sejumlah kendaraan di depannya.

Bacaan Lainnya

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB tersebut melibatkan beberapa kendaraan, di antaranya mobil pribadi dan sepeda motor.

Truk yang melaju dari arah atas Silayur dilaporkan kehilangan kendali saat melintasi jalur menurun yang dikenal rawan kecelakaan, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.

Dari sejumlah laporan yang dihimpun, tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian ini.

Namun, tiga orang mengalami luka serius dan langsung mendapatkan penanganan medis.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menyatakan pihaknya telah melakukan langkah antisipasi sebelum kejadian, termasuk menyekat kendaraan berat di kawasan Bundaran BSB.

“Pagi tadi sudah kami halau di bundaran BSB untuk kendaraan sumbu tiga. Kemudian kami tindaklanjuti dengan penutupan portal saat jam larangan,” ujar Danang, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan, kendaraan dengan Muatan Sumbu Terberat (MST) di atas 8 ton tidak diperbolehkan melintas di Jalan Prof. Hamka pada jam tertentu, kecuali pada waktu yang telah ditentukan, yakni malam hingga dini hari.

Meski demikian, pelanggaran di lapangan masih kerap ditemukan. Pengemudi truk disebut tetap nekat melintas di luar jam operasional yang diizinkan.

“Petugas sudah melakukan penyekatan kendaraan sumbu tiga yang hendak turun sebelum jam yang ditentukan, tapi masih ada yang nekat menerobos,” tegasnya.

Pasca kejadian ini, Dinas Perhubungan Kota Semarang memastikan akan memperketat pengawasan terhadap kendaraan berat yang melintasi jalur Silayur.

Insiden tersebut kembali menambah daftar kecelakaan di kawasan turunan Silayur yang kerap melibatkan kendaraan besar.

Selain dugaan faktor teknis seperti rem blong, kondisi jalan yang curam serta kelalaian pengemudi dinilai menjadi penyebab yang berulang.

Warga berharap pemerintah dapat mengambil langkah tegas dan berkelanjutan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. (*)

Pos terkait