Trans Semarang Siapkan Bus Listrik dan Pembayaran QRIS untuk Modernisasi Transportasi

Trans Semarang Siapkan Bus Listrik dan Pembayaran QRIS untuk Modernisasi Transportasi
Trans Semarang Siapkan Bus Listrik dan Pembayaran QRIS untuk Modernisasi Transportasi

SEMARANGUPDATE.COM – Trans Semarang terus mempersiapkan peningkatan layanan transportasi umum melalui pengadaan bus listrik dan rencana penerapan pembayaran digital menggunakan QRIS.

Pembaruan ini ditujukan untuk menghadirkan layanan yang lebih praktis bagi penumpang sekaligus mendukung pengembangan transportasi perkotaan yang ramah lingkungan.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Danang Kurniawan, menyampaikan bahwa saat ini lima bus listrik telah beroperasi dari total target pengadaan sebanyak 27 unit.

Penggunaan armada listrik tersebut diharapkan mampu mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) serta menekan emisi kendaraan yang berkontribusi terhadap pencemaran udara.

Tak hanya menghadirkan kendaraan berbasis listrik, Trans Semarang juga melakukan pembaruan armada untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Sekitar 105 unit bus baru telah disiapkan untuk menggantikan kendaraan lama yang selama ini digunakan dalam operasional angkutan umum tersebut.

“Saat ini sudah ada sekitar 105 unit baru Trans Semarang yang siap menggantikan armada lama. Sehingga yang lama kini dipastikan tinggal separuh. Armada baru ini murni dibeli operator. Dishub Kota Semarang sama sekali tidak turut serta,” katanya.

Pada minggu kedua Desember 2026, sebanyak 25 bus listrik untuk layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang ditargetkan mulai siap beroperasi. Persiapan tersebut perlu didukung kesiapan infrastruktur, perawatan kendaraan secara berkala, serta pemantauan kualitas pelayanan agar operasional armada baru berjalan optimal.

Selain memperbarui kendaraan, Trans Semarang juga berencana memudahkan transaksi penumpang melalui sistem pembayaran nontunai berbasis QRIS. Tahap awal penerapan metode pembayaran tersebut direncanakan berlangsung di Koridor 1 dan Koridor 5.

“Kabar baiknya kedepan kita akan terapkan sistem cashless bisa menggunakan sistem QRIS untuk pengoperasian BRT listrik. Kita akan coba untuk penerapan koridor 1 dan 5,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, menyatakan keyakinannya bahwa pembaruan armada dapat membantu meningkatkan kinerja layanan sekaligus mendukung pencapaian target pendapatan pada 2026. Pendapatan yang ditargetkan untuk tahun ini mencapai Rp45,5 miliar.

“Sampai Oktober ini pencapaian pendapatan baru sekitar 45 persen. Kami optimis sampai akhir tahun nanti akan tercapai 100 persen dari target sebesar 45,5 miliar rupiah,” katanya.

Pembaruan armada dan rencana digitalisasi pembayaran tersebut menjadi bagian dari upaya Trans Semarang dalam mengembangkan layanan angkutan umum. Melalui langkah ini, pelayanan diharapkan semakin mudah diakses, efisien, dan mampu memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat. (*)

Pos terkait