SEMARANGUPDATE.COM – Kelegaan tampak di wajah salah seorang warga Gunung Tajem, Kecamatan Salem, Kismaedi. Ia bersyukur dapat kembali pulang ke kampung halamannya di Brebes setelah bertahan selama tiga pekan di SMP Negeri 5 Bukit, Desa Karangrejo, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Kismadi bersama 33 orang warga Brebes lainnya merupakan korban terdampak bencana banjir dan tanah longsong, di Aceh, pada akhir November 2025.
“Saat berada di pengungsian, yang ada di pikiran saya hanyalah bagaimana caranya bisa pulang dan berkumpul lagi dengan anak-istri di kampung halaman,” ungkapnya, di Kantor Dinas Sosial setempat, Sabtu (20/12/2025).
Meskipun harta bendanya habis tersapu air bah, Kasmadi bersyukur masih diberi keselamatan.
“Mohon doa restunya dari tetangga dan sedulur semua agar saya bisa segera bangkit dan memulai hidup baru lagi di sini, di kampung halaman sendiri. Sing penting selamet, rezeki insyaallah bisa dicari maning,” tutunya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Brebes, Tahroni, menyebut, pemulangan mereka merupakan hasil kolaborasi antara Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Baznas dan Pemkab Brebes. Hal itu adalah bentuk komitmen Pemkab Brebes dan Pemprov Jateng untuk memberikan perlindungan dan keselamatan, bagi warganya di manapun berada.
“Pemulangan tersebut dilakukan setelah ada koordinasi antara Pemprov Jateng dengan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Pemprov Aceh, dan Pemkab Bener Meriah, terkait pendataan,” ucapnya.
Tahroni mengatakan, puluhan warganya itu merupakan para pekerja di perkebunan. Sehari-hari tugas mereka menderes getah dari pohon pinus.
“Mereka selama ini rata-rata bekerja di bidang perkebunan di Bener Meriah, Aceh,” ucap Tahroni.
Lebih lanjut, ke-34 orang tersebut terdiri dari 25 orang dewasa, 6 orang lansia dan anak-anak 3 orang.
“Kebanyakan warga dari (Kecamatan) Salem dan Bantarkawung, serta satu dari Kecamatan Songgom.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Edy Kusmartono, menambahkan, selain dibantu pemulangan, warga terdampak bencana tersebut juga diberi bantuan uang tunai dan sembako, sebagai bekal hidup sementara setelah tiba di rumah masing-masing.
“Nantinya kita akan mengusahakan pekerjaan di sini, supaya tidak perlu lagi merantau jauh. Biarkan mereka istirahat setelah melalui masa sulit pasca bencana di perantauan,” lanjut Edy.
Perwakilan Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Sugeng, mengatakan, para pengungsi dipulangkan dengan pesawat Hercules, melalui Bandara Takengon, Aceh, menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Setibanya di Jakarta, lanjut Sugeng, para warga mendapatkan fasilitas istirahat dan konsumsi dari Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah. Selanjutnya, mereka diantarkan ke Brebes.
“Semuanya dari segi transportasi telah dibantu oleh Pemprov Jateng, bahkan dikasih modal usaha biar nanti bisa berusaha. Minimal mereka nanti pulang ke kampung bisa recovery di wilayah masing-masing,” pungkasnya.







