SEMARANGUPDATE.COM — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menunjukkan respons cepat saat meninjau peserta program mudik gratis 2026 di Lanud Husein Sastranegara, Senin (16/3/2026).
Perhatiannya tertuju pada seorang pemudik bernama Adelia Adinda Putri (25), warga Sukoharjo yang menderita hidrosefalus.
Karena kondisi kesehatannya, Adelia tidak dapat duduk maupun berjalan sehingga harus menjalani perjalanan dengan posisi berbaring di kursi bus yang telah disiapkan khusus oleh panitia.
Taj Yasin kemudian menghampiri untuk memastikan kondisi Adelia tetap nyaman selama perjalanan.
Ia menegaskan bahwa pemudik dengan kebutuhan khusus harus mendapatkan perhatian lebih.
“Tadi ada dua yang istimewa. Salah satunya Adelia ini, dia tidak bisa duduk karena sakit di punggung,” ujar Gus Yasin.
Ia memastikan layanan tidak berhenti saat keberangkatan, tetapi juga hingga tiba di tujuan.
“Nanti sampai di Terminal Sukoharjo, akan kita antar dengan mobil yang sudah kita siapkan sampai ke rumahnya,” jelasnya.
Ibu Adelia, Tutik Dwi (56), mengaku terharu atas perhatian yang diberikan.
Ia yang telah lama merantau di Bandung sebagai penjual jamu tradisional menyebut ini kali pertama dirinya bisa mengikuti program mudik gratis.
“Baru sekali ini ikut. Dulu pernah mau ikut, tapi adiknya sakit dan harus dibawa ke rumah sakit, jadi batal,” tuturnya.
Ia menambahkan, awalnya panitia bahkan menawarkan penjemputan menggunakan ambulans hingga ke rumah, namun ia memilih berangkat secara mandiri.
“Tadinya mau dijemput sampai rumah pakai ambulans, tapi saya enggak enak sama petugasnya. Jadi kami langsung berangkat sendiri saja,” katanya.
Menurut Tutik, pelayanan yang diberikan panitia sangat membantu, terutama bagi anaknya yang membutuhkan penanganan khusus.
“Pengurus dan panitia semuanya baik-baik. Anak saya difasilitasi dengan baik. Semuanya peduli. Saya bahagia bisa ikut di sini. Apalagi gratis, jadi tidak ada pengeluaran,” ujarnya.
Ketua Satgas Mudik Paguyuban Jawa Tengah Bandung Raya, Farchan Djuniaji, menjelaskan pihaknya melakukan sejumlah penyesuaian untuk memastikan kenyamanan Adelia, mulai dari penyediaan ambulans sementara hingga pengaturan ulang kursi di dalam bus.
“Ini anugerah luar biasa bagi kami bisa memfasilitasi disabel. Satu baris kursi belakang itu kami tata khusus untuk satu keluarga agar mereka nyaman,” pungkas Farchan. (*)












