Setahun Memimpin, Luthfi–Yasin Catat Transformasi Positif di Ekonomi, Sosial, dan Birokrasi Jateng

Setahun Memimpin, Luthfi–Yasin Catat Transformasi Positif di Ekonomi, Sosial, dan Birokrasi Jateng
Setahun Memimpin, Luthfi–Yasin Catat Transformasi Positif di Ekonomi, Sosial, dan Birokrasi Jateng

SEMARANGUPDATE.COM — Satu tahun kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen, menunjukkan kemajuan signifikan di sektor ekonomi, sosial, dan birokrasi.

Hal itu dipaparkan dalam Focus Group Discussion (FGD) “Ngabuburit Jurnalis: 1 Tahun Luthfi-Yasin” yang digelar Forum Wartawan Pemprov–DPRD Jawa Tengah (FWPJT) di Gedung A Lantai Kantor Gubernur, Senin (23/2/2026).

Bacaan Lainnya

Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jawa Tengah, Dr. Zulkifli, menyampaikan bahwa dalam setahun terakhir terjadi transformasi nyata di tiga bidang utama.

Di sektor ekonomi, tercatat pertumbuhan positif, peningkatan realisasi investasi yang menyerap banyak tenaga kerja, serta inflasi yang terkendali.

“Ini menjadi salah satu penguat transformasi ekonomi. Itu dilihat dari pertumbuhan ekonomi, kemudian inflasi. Antara daya beli masyarakat dengan pendapatan masyarakat stabil, dua-duanya kita tergolong lumayan bagus,” ujar Zulkifli.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan IV 2025 mencapai 5,37 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 5,11 persen.

Realisasi investasi sepanjang 2025 tercatat Rp88,50 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 418.138 orang, sementara inflasi tahunan tetap berada di angka 2,72 persen.

Di sektor sosial, transformasi tercermin dari penurunan tingkat pengangguran terbuka dari 4,78 persen pada 2024 menjadi 4,66 persen pada 2025, serta penurunan angka kemiskinan dari 9,48 persen pada Maret 2025 menjadi 9,39 persen pada September 2025.

Pada aspek birokrasi, Jawa Tengah mencatat penguatan otonomi fiskal daerah dengan persentase 63,01 persen pada 2025, serta peningkatan indeks reformasi birokrasi dari 83,13 persen pada 2023 menjadi 91,28 persen pada 2024.

Hanya indeks integritas nasional yang menunjukkan tren menurun, serupa dengan provinsi lain seperti Jawa Barat dan Jawa Timur.

Zulkifli menekankan bahwa capaian ini merupakan hasil dari gaya kepemimpinan substansial Gubernur Luthfi yang mendorong kolaborasi dan kerja kolektif, bukan pendekatan populis.

“Ada dua tipe kepemimpinan, substansial dan populis. Kepemimpinan substansial itu bagaimana dia sebagai orkestrator, sehingga orang bergerak untuk membangun daerahnya. Ketika diterapkan, terbukti hasilnya,” pungkas Zulkifli.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menilai capaian Luthfi–Yasin memuaskan jika merujuk pada indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Ia menekankan pentingnya pemerataan hasil pembangunan, penguatan kreativitas birokrasi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan kualitas investasi yang inklusif untuk memperkuat ekonomi serta menurunkan angka kemiskinan. (*)

Pos terkait